IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 3, 2023

idwarta.com – Keberadaan cicak di rumah seringkali dikaitkan dengan hal-hal bernuansa gaib oleh sebagian orang Indonesia.

Mereka yang percaya dengan hal seperti itu menganggap cicak yang menjatuhi penghuni rumah menandakan datangnya musibah.

Di samping itu, tidak sedikit pula yang mempercayai bahwa cicak yang bersuara di rumah menandakan datangnya kuntilanak.

Terlepas dari kepercayaan yang diyakini sebagian orang, ternyata ada alasan logis mengapa reptil mungil yang satu ini suka berkeliaran di rumah.

Lantas, apa alasannya?

Faktor yang mengundang cicak masuk rumah

Tanpa disadari ada empat faktor yang menyebabkan cicak masuk rumah . Supaya lebih paham, simak penjelasannya yang berikut ini.

1. Serangga merayap

Cicak yang disebut juga common house geckos pada umumnya menyukai serangga sebagai makanannya.

Reptil berukuran kecil tersebut seringkali memangsa laba-laba, siput, ulat, dan segala jenis serangga yang suka merayap dan merangkak.

Apabila rumah menjadi sarang bagi beberapa serangga tersebut, kemungkinan besar orang menemukan cicak di tempat tinggalnya.

Cicak yang masuk rumah sebenarnya membantu mengurangi populasi serangga-serangga pengganggu.

Namun, keberadaan mereka terkadang membuat rumah menjadi jorok lantaran reptil ini suka meninggalkan kotoran di sembarang tempat.

Kotoran mereka tentunya membuat penghuni rumah merasa jijik dan berisiko menyebarkan penyakit.

Dalam hal ini, kotoran cicak menjadi media penyebaran Salmonella -selain urine dan air liur mereka.

Supaya penghuni rumah tidak tertular bakteri tersebut, kotoran cicak sebaiknya langsung dibersihkan bila ditemukan.

2. Serangga terbang

Selain serangga yang merayap, cicak ternyata juga suka mengincar serangga terbang, seperti lalat, nyamuk, laron, termasuk jangkrik.

Reptil tersebut dapat memangsa serangga-serangga itu karena kemampuannya untuk menempel dan memanjat dinding.

Biasanya, cicak menunggu di sekitaran lampu atau sumber cahaya yang lain untuk menangkap serangga yang terbang.

3. Buah, sayuran, dan tumbuhan

Jangan dikira cicak hanya memakan serangga. Lebih dari itu, reptil ini juga mengincar buah dan tumbuhan.

Beberapa jenis cicak dapat memakan sayuran dan tumbuhan sebagai pengganti serangga sebagai makanannya.

Cicak yang suka memakan tumbuhan tentunya membuat resah penghuni rumah yang memiliki kebun di halamannya.

Pasalnya, ada kemungkinan tumbuhan yang ada di kebun menjadi rusak apabila populasi cicak terus bertambah.

Selain tumbuhan, reptil tersebut juga mengincar buah-buahan sebagai makanan yang bergizi dan membuatnya terhidrasi.

Ulah cicak yang satu ini sebaiknya diwaspadai karena buah bekas gigitan mereka dapat menularkan Salmonella kepada orang yang memakannya.

Untuk menghindari risiko tersebut, simpanlah buah-buahan di kulkas supaya tidak terkontaminasi bakteri dari cicak.

4. Sumber air

Seperti kebanyakan reptil lainnya, cicak juga membutuhkan air untuk mempertahankan hidupnya.

Mereka membutuhkan sekitar 2/3 air dari berat tubuhnya sehingga kesehatan reptil ini terjaga.

Karena kebutuhannya terhadap air, jangan heran apabila cicak mencari rumah yang menyediakan sumber air.

Biasanya juga rumah yang dimasuki cicak memberikan sumber makanan dan tempat perlindungan yang dianggap aman oleh cicak.

Reptil tersebut dapat meminum air dari pipa yang bocor, genangan di halaman, atau air mampet di tempat cuci piring di dapur.

Karena alasan itulah penghuni rumah yang tidak mau cicak berkeliaran di tempat tinggalnya diminta rutin untuk menyeka air.

Seperti mengelap tumpahan air di meja atau lantai -termasuk memperbaiki pipa yang telanjur bocor.

Penghuni rumah juga perlu mengetahui kalau cicak menyukai tempat yang lembap dan gelap, seperti kamar mandi dan dapur.

Cicak juga suka bersarang di gundang dan bagian bawah rumah, terutama yang menyediakan sumbe makanan bagi reptil ini.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”