IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.com – Demam adalah salah satu gejala penyakit yang membuat tubuh merasa tidak enak. Bahkan ketika demam melonjak, itu bisa membuat tubuh nyeri dan kelelahan.

Menurut dokter pengobatan keluarga, Dr Neha Vyas, MD, sebenarnya ada beberapa cara aman untuk mengatasi demam. Misalnya, kita bisa mengompres tubuh dan beristirahat.

Tapi, apabila demam memang tidak segera sembuh hingga berhari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter untuk penanganan lebih lanjut karena ini bisa juga terjadi karena adanya infeksi virus atau bakteri.

Pada anak-anak, adalah mitos umum bahwa demam sering menyebabkan kejang dan kerusakan otak. Kejang demam dapat terjadi hingga 5 persen dari anak-anak di bawah 5 tahun, tetapi tidak ada bukti bahwa demam menyebabkan kerusakan otak.

Namun, menurunkan demam dapat memberi kita kelegaan yang sangat dibutuhkan. Ini bisa cukup untuk membantu kita tidur atau menenangkan anak yang sakit.

Cara mengatasi demam

Nah, seperti dilansir dari laman Cleveland Clinic, Vyas pun merekomendasikan beberapa cara aman dan mudah dilakukan untuk mengatasi demam pada anak sebagai berikut.

1. Beristirahat

Saat demam, tahan keinginan untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan kita.
“Sistem kekebalan tubuh perlu istirahat untuk bekerja dengan baik, jadi tetaplah di rumah dan berbaringlah kapan pun kita bisa. Jika kita mencoba melakukan terlalu banyak hal, demam dan penyakit bisa bertahan lebih lama,” kata Vyas.

Tidurlah jika bisa. Tapi jika tidak bisa tidur, bacalah buku yang bagus atau dengarkan podcast atau lagu sebagai gantinya.

2. Minum yang cukup

Hidrasi dapat membantu penyakit dan demam sembuh dengan cepat.

Kita mungkin akan berkeringat lebih banyak ketika demam dan perlu mengisi kembali cairan tersebut dengan minum. Selain itu, setiap sistem dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh membutuhkan cairan untuk berfungsi sebaik mungkin.

“Kita dapat dengan cepat mengalami dehidrasi jika tidak minum selama demam dan ketika dehidrasi, lebih sulit bagi tubuh untuk melawan penyakit,” terangnya.

Minumlah apa yang terdengar enak bagi kita seperti air atau mungkin teh herbal.

Tapi hindari kafein, baik itu soft drink, teh, kopi, atau minuman berenergi. Sebab, kafein dapat membuat kita buang air kecil lebih banyak, yang bisa membuat dehidrasi dan mengganggu pemulihan.

3. Mendinginkan diri

Kita bisa mendinginkan diri atau anak kita dengan aman menggunakan beberapa pengobatan rumahan:

Gunakan kompres dingin di bawah lengan hingga 10 menit setiap kali. Namun, jangan gunakan kompres dingin pada bayi atau anak kecil karena mereka tidak selalu bisa memberi tahu kita jika itu terlalu dingin untuk kulit mereka.

Minumlah minuman dingin non-kafein atau letakkan kain lap basah yang dingin di dahi dan bisa juga di bagian belakang leher.

“Lewati metode pendinginan jika demam menyebabkan kedinginan. Kita atau anak kita kemungkinan akan merasa lebih buruk dan itu tidak akan membantu pemulihan,” ujar Vyas.

4. Lakukan pemanasan tetapi jangan berkeringat

Balut badan dengan selimut jika kita tidak bisa berhenti menggigil, tetapi jangan menumpuk semua selimut di rumah.

“Saran lama yang menganjurkan agar kita berkeringat tidak membantu dan bisa berbahaya,” kata Vyas.

“Terlalu banyak selimut juga bisa meningkatkan suhu tubuh lebih tinggi lagi. Memanaskan diri pun dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena kita mungkin akan mulai berkeringat,” tutur dia.

Jika kedinginan, masuklah ke bawah selimut normal di tempat tidur atau taruh selimut di sekitar bahu. Jika mulai berkeringat atau merasa terlalu panas, lepaskan selimut tersebut.

Berhati-hatilah juga dalam membungkus bayi. Tubuh mereka tidak dapat mengatur suhu tubuh sebaik anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Fokuslah untuk menjaga bayi tetap nyaman, bukan panas.

5. Mengonsumsi obat

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat menurunkan demam sekaligus mengobati sakit kepala atau nyeri tubuh.

Tapi, sebelum minum obat apa pun atau memberikannya kepada anak, baca label dan pahami dosis apa yang harus diambil dan seberapa sering meminumnya.

Pastikan kita atau anak kita tidak minum obat lain yang dapat berinteraksi dengan NSAID.

Di samping itu, aspirin juga dapat menurunkan demam, tetapi jangan memberikannya kepada anak di bawah 18 tahun. Memberikan aspirin kepada anak-anak dapat menyebabkan sindrom Reye, kondisi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa.

Jangan gunakan obat untuk menurunkan suhu tubuh hanya agar kita dapat pergi bekerja atau mengirim anak-anak kembali ke sekolah.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit masih menular setidaknya selama 24 jam setelah demam turun secara alami tanpa menggunakan obat-obatan.

Kita bisa membuat semua orang di sekitar sakit dan kita mungkin akan membuat diri lelah, yang kemungkinan akan membuat demam bertahan lebih lama.

Perbedaan demam orang dewasa dan anak-anak

Anak-anak lebih sering mengalami demam daripada orang dewasa, tetapi demam mempengaruhi orang-orang dari segala usia.

Terlepas dari usia kita, demam adalah tanda bahwa ada sesuatu yang lain yang sedang terjadi, di luar dari penyakit itu sendiri.

“Demam memiliki penyebab yang sama pada orang dewasa dan anak-anak seperti virus dan infeksi,” kata Vyas.

“Tapi, kami lebih berhati-hati tentang demam pada bayi. Bayi tidak dapat memberi tahu bagaimana perasaannya, jadi lebih sulit untuk mengetahui apa yang menyebabkan demam. Jika kita tidak tahu apa yang membuat anak sakit, segera hubungi dokter anak untuk berkonsultasi,” saran dia.

Waktu yang tepat mengunjungi dokter

Meskipun sebagian besar demam bukan alasan untuk panik, ada beberapa demam yang tidak boleh diabaikan.

Segeralah mengunjungi dokter apabila demam terjadi dengan penyebab yang tidak jelas, berlangsung lebih dari lima hari, lebih tinggi dari 40 derajat celsius, dan tidak kunjung turun bahkan setelah minum obat penurun demam.

Selain itu, kita juga harus mencari perawatan medis untuk setiap demam dengan gejala seperti kebingungan, pusing, nyeri leher atau kekakuan, ruam, sensitivitas terhadap cahaya, diare atau muntah yang parah, hingga kesulitan bernapas.

Mungkin sulit untuk mengenali gejala-gejala ini jika bayi atau anak kita mengalami demam. Untuk itu, kita juga harus menghubungi dokter jika anak kita lesu atau sulit dibangunkan, menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak mengeluarkan air mata saat menangis, dan sangat rewel atau tidak bisa tenang.

Demam adalah bagian dari kehidupan dan sangat sulit ketika si kecil menderita demam. Tapi tenanglah, sebagian besar demam akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari dengan metode rumahan tersebut.

“Jika kita tidak yakin tentang demam atau khawatir itu bukan hanya penyakit ringan, maka hubungi penyedia layanan kesehatan dokter,” jelas Vyas.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”