IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 1, 2022

idwarta.com(intelligence quotient) yang tinggi seringkali dikaitkan dengan suatu kebanggaan bagi segelintir orang.

Penilaian dari tingkat kecerdasan tersebut diukur melalui serangkaian yang diikuti seseorang untuk meraih skor tertentu.

Sejak pertama kali muncul, penilaian IQ masih saja menjadi salah satu indikator dalam kehidupan, pendidikan hingga berbagai bidang pekerjaan.

Beberapa studi mengungkapkan bahwa skor IQ bisa dikembangkan dan bisa berubah seiring waktu. Fakta tersebut tidak menutup kemungkinan jika skor IQ juga dapat menurun.

Hal-hal yang bisa menurunkan IQ

Melansir Prevention, perolehan skor IQ pada setiap orang dapat berubah seiring waktu. Terlebih jika orang tersebut sering melakukan berapa hal berikut yang bisa membuat tingkat kecerdasan menurun.

Para ahli menyebutkan bahwa sejumlah kebiasaan ini dapat “menyabotase” neuron di otak, yang kemudian mengurangi potensi kemampuan dan yang sebenarnya.

Lantas kebiasaan atau hal-hal apa yang bisa bikin skor IQ menurun? Simak ulasan ringkasnya ini.

1. Tidak pandai mengelola stres

Stres atau kecemasan berlebih merupakan salah satu faktor yang bisa menurunkan IQ.

Brendan Kelley, MD, seorang ahli saraf di The Ohio State University Wexner Medical Center di Colombus, Ohio AS mengatakan bahwa kondisi pikiran yang tengah stres dapat memicu hormon yang mengurangi fungsi otak serta berkaitan dengan risiko Alzheimer.

Untuk itu, pelajari sejumlah latihan untuk . Mungkin bisa melakukan hobi yang disukai, olahraga seperti yoga atau meditasi.

2. Tidak menjaga pola makan

Pola makan yang buruk berisiko menimbulkan obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat memengaruhi kinerja kognitif pada otak dan meningkatkan risiko demensia di masa tua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa hubungan antara obesitas dan kemampuan intelektual yang rendah dipengaruhi oleh pola makan pada saat remaja dan dewasa.

3. Terlalu sering mengonsumsi

Makanan manis tidak hanya memengaruhi berat badan secara keseluruhan. Gula yang tinggi juga dapat berisiko dan memengaruhi setiap sel yang ada di otak.

Allen Towfigh, MD, seorang ahli saraf dari Weill Corner Medical Center, Presbyterian Hospital di New York menyebutkan bahwa orang dengan kadar gula tinggi ( ) dapat mengalami penurunan IQ yang kemudian berisiko demensia.

Kadar gula darah yang tidak dikelola dengan baik juga memengaruhi fungsi sel otak dan kemampuan kognitif seseorang.

4. Multitasking

Mungkin ini kedengarannya seperti sesuatu yang membanggakan dalam dunia kerja. Padahal di balik itu, orang yang terbiasa melakukan pekerjaan multitasking dapat berisiko mengalami penurunan IQ.

Menurut Towfigh, kebiasaan ini sama seperti memaksakan kinerja otak untuk melakukan pekerjaan banyak dalam sekali waktu. Lambat laun, otak yang akan terkena dampaknya.

Ibaratnya seperti komputer yang ketika dipaksakan kinerjanya, namun usia komputer itu sudah tua, maka kemampuannya tidak akan semaksimal dulu.

Komputer lantas bisa mengalami freeze atau hang, karena terlalu sering bekerja melampaui batas.

5. Perokok aktif dan pasif

Risiko ini sebetulnya juga dialami oleh perokok aktif, namun bagi perokok pasif juga akan terkena dampak dari .

Para ahli mengatakan bahwa paparan asap yang terlalu sering dan lama dapat meningkatkan karbon monoksida di dalam tubuh.

Karbon monoksida tersebut kemudian menggantikan oksigen yang dibutuhkan otak dan tubuh kita untuk menjalani fungsinya.

Ketika zat karbon monoksida terlalu sering dihirup, maka dampaknya dapat memicu kerusakan pembuluh darah, kemampuan sel otak untuk berkomunikasi secara efektif dan mengurangi kemampuannya dalam menyimpan informasi dengan baik.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”