IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – Dendam kesumat bisa timbul setelah dibohongi.

Namun, gimana caranya tahu orang lain sedang berbohong ? Inilah tanda-tandanya.

Menurut KBBI, bohong artinya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Bohong bisa diartikan juga sebagai dusta atau palsu.

Ada beberapa alasan mengapa orang berbohong.

Salah satunya karena keinginan memiliki sesuatu yang sulit didapat, seperti uang atau perhiasan.

Faktor berikutnya yang mendorong orang berbohong adalah takut dimarahi karena kesalahan yang tidak disengaja atau ingin mendapat pujian.

Walau kebohongan sudah dirancang sedemikian rupa supaya korbannya tidak tahu, pada waktu yang tepat dusta akan terbongkar satu per satu.

Tanda orang lain berbohong

Tidak ada satu pun orang yang mau dan suka dibohongi.

Agar tidak tertipu berulang kali, berikut lima tanda orang lain berbohong yang wajib diketahui.

1. Posisi kaki yang “tidak biasa”

Menurut psikoterapis, James Miller, tanda orang lain berbohong dapat dideteksi dari posisi kaki mereka yang “tidak biasa”.

Ia menerangkan, kaki yang diarahkan ke depan secara tiba-tiba menandakan bahwa si pembohong ingin segera pergi.

Posisi kaki yang demikian juga dikatakan Miller sebagai tanda bahwa orang yang berbohong ingin menutupi kata-katanya.

Tak hanya itu, tanda kebohongan juga dapat dilihat dari gerakan atau ketukan kaki.

Ia menjelaskan, gerakan atau ketukan kaki yang berlebihan menandakan si pembohong tidak nyaman dengan kebohongannya.

2. Gelisah dengan penampilan

Selain menunjukkan perilaku yang tidak tenang, si pembohong cenderung gelisah dengan penampilan dirinya.

Hal tersebut dikatakan David Clark, seorang pengacara yang sudah malang-melintang selama 35 tahun dengan mendirikan The Clark Law Office.

Ia mengatakan, orang yang berbohong merasa gelisah dengan penampilannya.

Sehingga, mereka terus memperhatikan dasi atau kacamata.

Selain itu, Clark menyampaikan, si pembohong terkadang menggunakan sapu tangan untuk mengelap keringat dari kepalanya.

Hal lain yang dilakukan pembohong adalah belibet dengan rambutnya -apabila memiliki rambut yang panjang.

Clark menyebut, pembohong yang rambutnya panjang cenderung menyisir rambutnya ke samping.

Perilaku tersebut semata-mata dilakukan untuk mengalihkan perasaan tidak tenang karena berbohong.

3. Tidak mau kontak mata

Kontak mata dengan lawan bicara membuat obrolan terasa menyenangkan dan fokus.

Tapi, beda ceritanya apabila seseorang bertemu pembohong.

Pasalnya, orang yang berbohong memilih untuk tidak melakukan kontak mata karena mereka tahu perilakunya tidak benar.

Tak hanya itu, mereka juga sengaja memalingkan muka untuk mengurangi rasa bersalah dalam pikiran.

Menariknya, Clark mendapati temuan bahwa orang kidal yang berbohong cenderung mengalihkan pandangannya ke kiri untuk menjangkau ingatan.

Sementara, orang tidak kidal yang berbohong cenderung melihat ke arah kanan untuk memanfaatkan bagian imajiner otak dan kemungkinan sedang berusaha berbohong lagi.

4. Tubuh menjadi tegang

Pekerja social klinis, Joni Ogle, LCSW, mengatakan, stres karena berbohong menyebabkan tubuh menegang dan pembohong menutup diri.

Tanda lainnya, pembohong sedang tegang dapat diketahui dari posisi tangan atau kaki yang disilangkan.

Hal tersebut dikatakan Ogle, berbeda dengan orang yang tidak berbohong dan percaya diri karena mereka menunjukkan bahasa tubuh yang terbuka.

Menariknya, si pembohong juga cenderung menggerakkan bahunya ke atas-depan dan jarak antara bahu dan telinga menjadi lebih dekat.

5. Bahasa tubuhnya berbeda

Pakar hubungan asal Texas State University, Cassandra LeClair, Ph.D, mengatakan, bahasa tubuh bisa mengindikasikan kebohongan, meski tidak berlaku secara universal.

Ia menyampaikan bahwa si pembohong dapat menunjukkan bahasa tubuh yang berbeda dari biasanya.

Bahasa tubuh yang berbeda menurut LeClair adalah cara pembohong menanggapi orang lain dan tingkah laku serta ucapan mereka.

Sementara itu, pakar hubungan, Rodney Simmons, mengatakan bahwa orang yang berbohong menunjukkan perilaku khas mereka.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”