IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – Kawasan Pantjoran Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta Utara hadirkan nuansa khas Chinatown lewat ragam kuliner Tionghoa Peranakan dan arsitektur ruko, juga konsepnya yang didominasi warna merah emas.

Selain kulineran, pengunjung juga bisa berswafoto hampir di setiap sudut Pantjoran PIK yang unik dan Instagramable.

Nah, karena cuaca lagi tak menentu, buat kamu yang ingin datang ke sini, agaknya penting mengetahui sejumlah tips berikut, mulai dari akses transportasi publik hingga benda-benda wajib yang perlu dibawa, supaya jalan-jalan tetap maksimal dan menyenangkan.

Tips wisata ke Pantjoran PIK Jakarta Utara

Berikut beberapa tips yang Kompas.com rangkum dari kunjungan di lapangan pada Jumat (7/10/2022).

1. Akses transportasi umum ke Pantjoran PIK

Ke Pantjoran PIK naik TransJakarta bisa jadi cara praktis dan hemat. Sebab dengan tarif Rp 3.500, kamu sudah bisa tiba di lokasi.

Untuk menuju ke Pantjoran PIK, patokan terdekatnya adalah Food Street PIK. Bus TransJakarta yang digunakan memiliki kode 1A (Pantai Maju-Balaikota).

Bagi kamu yang datang dari Stasiun Jakarta Kota, bisa jalan sedikit sekitar 500 meter ke Halte Kali Besar Barat yang berada di seberang Taman Fatahillah agar langsung menaiki bus ini. Durasi perjalanan sekitar 50 menit saat kondisi lalu lintas lancar

Kamu juga bisa naik bus TransJakarta 1A dari Halte Monas, dan turun di pemberhentian Food Street PIK, setelah Buddha Tzu Chi. Setelah itu lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter saja ke Pantjoran PIK.

Jika mencari opsi lain ke Pantjoran PIK, kamu bisa berhenti di Stasiun Duri dan lanjut naik shuttle bus langsung ke Pantjoran PIK 2 yang disediakan oleh TRON Shuttle.

“Tadi kita dari Stasiun Duri, langsung naik shuttle bus dari depan Stasiun Duri sudah ada, tinggal naik aja, bayarnya bisa scan uang elektronik, kartu flash, bisa cash juga, harganya Rp 15.000, berhentinya langsung dekat Pagoda,” kata salah satu pengunjung Pantjoran PIK bernama Nadia kepada Kompas.com, Jumat.

Begitu pula untuk pulang, kamu bisa menunggu shuttle bus TRON ini di dekat Pagoda PIK Pantjoran.

Atau berjalan kaki sedikit ke arah pemberhentian Melody Golf 2 untuk naik TransJakarta nomor 1A menuju Stasiun Jakarta Kota.

2. Waktu kunjungan terbaik ke Pantjoran PIK

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan (7/10/2022), waktu terbaik berkunjung ke Pantjoran PIK adalah pagi hari atau sore jelang malam.

Ini dengan pertimbangan cuaca langit ibu kota yang sedang tak menentu beberapa waktu terakhir dan cenderung hujan saat siang menuju sore harinya.

Sedangkan bila datang sore menjelang malam, kamu bisa menyaksikan keindahan gemerlap lampion bernuansa merah oranye yang tampak indah dari masing-masing ruko. Sungguh memanjakan mata dan tampak bagus dijadikan konten.

3. Bawa payung dan alas kaki yang nyaman

Payung dan alas kaki yang nyaman jadi paket lengkap untuk berwisata ke Pantjoran PIK di tengah musim penghujan saat ini.

Kawasan Pantjoran PIK yang cukup luas dan estetik, tentunya sayang untuk dilewatkan, jadi kenakanlah alas kaki yang nyaman saat berkeliling area ini sembari berburu foto.

4. Pakai outfit kece

Untuk pengunjung yang ingin berfoto-foto dengan latar bangunan estetik ala Chinatown, sebaiknya siapkan outfit yang menarik.

Pakai baju terbaikmu dan cari referensi gaya agar bisa menghasilkan foto dengan tampilan yang bagus. Mungkin bisa memilih pakaian berwarna cerah agar memberi kesan ceria.

Untuk diketahui ada beberapa spot foto mural di dinding yang cocok dijadikan latar foto. Jadi, kamu bisa memakai baju gelap dari atas hingga bawah, supaya terlihat mencolok di tengah keramaian warna.

5. Siapkan powerbank

Sebagian besar tenant menyajikan nuansa outdoor. Itulah mengapa kamu harus membawa pengisi daya (powerbank) saat bermain ke Pantjoran PIK.

Apalagi jika berencana berburu foto seharian di tempat ini. Dari pada kebingungan mencari stop kontak, mending sediakan langsung.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”