IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melakukan antisipasi dalam rangka pengamanan puncak kegiatan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 yang digelar di bulan November 2022.

Asisten Operasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pengamanan KTT G20 dilakukan dengan operasi terpusat dengan mengerahkan personel gabungan sebanyak ribuan.

“Dengan jumlah personel yang diploting sebanyak 5.746 personel dan cadangan anggota yang siap beroperasi sekitar 1.600,” ucap Agung dalam keterangan terulisnya, Selasa (27/9/2022).

Menurut Agung, personel yang dikerahkan mulai dari tingkat Mabes Polri sampai dengan tingkat wilayah di Polda Bali, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Polda Jawa Timur.

Agung menyebutkan, Polri juga menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam rangka pengamanan, yakni seperti secdoor, x-ray, kendaraan khusus (ransus), kapal, helikopter, dan kendaraan pengawalan, serta kendaraan listrik yang juga masih terkait dengan kendaraan pengawalan.

Ia mengatakan, jajaran Polri juga akan melakukan pengamanan di 5 kawasan di Bali.

“Kita prioritaskan dalam 5 kawasan Seminyak, Sanur, Jimbaran, Nusa Dua Utara, dan Nusa Dua Selatan,” ujar dia.

Polri, kata dia, telah mengidentifikasi risiko gangguan dan ancaman yang mungkin terjadi di perhelatan KTT G20 mulai dari sejak kedatangan delegasi sampai pada saat kegiatan diselenggarakan.

Menurut Agung, Polri juga mengantisipasi gangguan bencana alam dan serangan yang terlihat seperti terorisme.

“Begitupun juga ancaman yang tidak nampak seperti serangan siber, satgas untuk menangani hal tersebut sudah kita bentuk dan siap untuk menanganinya,” ujar dia.

Agung mengatakan, pihaknya juga melakukan sinergi dengan Paspampres, TNI, BNPB serta stakeholder lainnya yang berhubungan dengan pengamanan dalam rangka mengamankan G20.

“Kita juga sudah menyiapkan Posko di ITDC (command center) untuk koordinasi semua stakeholder terkait,” ujar dia.

Adapun forum G20 adalah forum kerja sama 20 negara ekonomi utama dunia.

Forum internasional yang akan digelar pada 15-16 November 2022 berfokus pada kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan, termasuk di negara-negara miskin dan kecil.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, semua kepala negara yang diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November mendatang akan hadir di forum tersebut.

“Kemarin saya rapat di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), ya kemungkinan hadir semua, G20-nya. Kepala negaranya semua negara, hampir semua kita (siapkan kehadirannya),” ujar Heru di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (24/9/2022).

Anggota-anggota G20 terdiri atas 19 negara dan 1 kawasan, yaitu Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok atau China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Namun, terlepas dari 20 negara itu, Indonesia juga mengundang negara lain dalam forum G20 dalam presidensinya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”