IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 1, 2022

idwarta.com – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta terpilih Heru Budi Hartono mengatakan, program sumur resapan di DKI Jakarta bukan hal yang buruk untuk mengantisipasi banjir.

Heru Budi Hartono lantas menekankan soal manfaat program itu daripada melihat dari sisi siapa yang membuatnya.

“Ada sebuah kalimat “jangan melihat program siapa yang buat, tapi lihat lah program itu buat siapa”. Jadi program sumur resapan itu tak buruk juga ya,” ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/11/2022).

Menurut Heru, sumur resapan cocok dibangun di lokasi tertentu, seperti Jakarta Selatan.

Pasalnya, wilayah Jakarta Selatan memiliki banyak daerah cekungan.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa semua program dari Anies Baswedan untuk menangani banjir Jakarta sudah cukup baik.

Sebab, program yang ada sudah dirancang oleh dinas terkait yang memiliki banyak pengalaman di Ibu Kota.

Hanya saja, nantinya akan ada evaluasi untuk penempatan maupun intensitas program.

Para Gubernur DKI Jakarta sebelumnya pun, menurut Heru, selama ini sudah berusaha memaksimalkan penanggulangan banjir saat menjabat.

“Semua program gubernur cukup baik tinggal nanti volume atau penempatan kita lihat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memasukkan program pembangunan sumur resapan pengendali banjir ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Program pengendali banjir itu tertuang dalam Pasal 51 ayat 2 Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 tahun 2022 tentang RDTR.

Anies tetap memasukkan program sumur resapan pengendali banjir ke dalam RDTR meski anggarannya sempat dicoret Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta karena dinilai tidak efektif.

Dalam peraturan gubernur yang masuk tahap sosialisasi itu, disebutkan sistem pengendalian banjir terdiri atas bangunan pengendalian banjir dan jaringan pengendalian banjir.

Kemudian, bangunan pengendalian banjir dirinci kembali yang terdiri atas rumah pompa dan bangunan peresapan.

Sementara sumur resapan air hujan itu masuk dalam bangunan peresapan.

Anies kemudian meminta penerusnya melanjutkan program sumur resapan untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta.

Hal itu disampaikan Anies dalam paparannya di Pergub Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2023-2026, yang ditandatangani pada 10 Juni 2022.

“Penanganan banjir Jakarta tidak lagi hanya membuat atau meluruskan aliran sungai-sungai dengan konstruksi beton atau sheet pile,” tulis Anies dalam Pergub tersebut.

“Air yang mengalir dari selatan Jakarta ke muara utara Jakarta dapat ditahan lebih lama, melalui pembangunan waduk-waduk dan memperbanyak sumur resapan di daerah selatan Jakarta,” ucap Anies.

Oleh karena itu, menurut Anies, salah satu program penanganan banjir di masa selanjutnya yang terus dilanjutkan ialah pembangunan sumur resapan untuk meningkatkan kapasitas pemanenan air hujan (PAH).

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”