IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.com – Pembuat jam Audemars Piguet berusaha memanjakan pecinta batu permata melalui koleksi terbaru Royal Oak yang menjadi unggulan perusahaan.

Menggandeng perusahaan penata batu permata Salanitro, Audemars Piguet mengusung 20 model Royak Oak anyar yang dihiasi 10 batu permata berbeda.

Dibalut cangkang emas putih 18 karat, masing-masing model ditata batu rubi, zamrud, safir biru, tanzanite, chrysoberyl kuning, turmalin merah muda, batu kecubung, blue topaz, spessarite jingga, dan tsavorite.

Dirilis dalam dua versi cangkang

Watchmaker Swiss itu menawarkan model Royal Oak terbaru dalam dua versi cangkang, yakni 37 milimeter dan 41 milimeter.

Setiap jam tangan diberi batu permata berpotongan baguette yang berbeda oleh Salanitro.

Sebanyak 861 batu permata dalam 179 ukuran diterapkan pada versi cangkang 41 milimeter.

Sementara itu, versi cangkang 37 milimeter menampilkan 790 batu permata yang dibentuk menjadi 153 ukuran.

Permukaan dial arloji yang disusun dalam ratusan permata itu menghasilkan pola kotak-kotak Grande Tapisserie –pola yang menjadi ciri khas Royal Oak.

Proses penataan batu yang memakan waktu lama

Tentunya proses penataan batu permata ini tidaklah mudah.

Para pengrajin di Salanitro harus memilih dan memotong begitu banyak batu dengan warna yang persis sama. Proses ini memakan waktu satu tahun.

Setelah dipotong, batu-batu itu dikumpulkan sebagai satu kesatuan, kemudian dicek oleh Audemars Piguet untuk memastikan semua batu tersebut berwarna sama.

Proses selanjutnya adalah mengecek kemurnian batu, yang diverifikasi oleh laboratorium eksternal.

“Kami keluar jalur untuk menciptakan nuansa pelangi yang tidak pernah ada sebelumnya dengan 10 arloji berani, masing-masing dihiasi batu permata yang berbeda,” kata Nathalie Barzilay, Head Gemmologist di Audemars Piguet.

“Kami memilih beberapa batu paling murni dan paling cerah di dunia, termasuk zamrud, rubi, turmalin, tanzanite, tsavorite, chrysoberyl, dan spessarites.”

“Ini merupakan sebuah tantangan karena kami harus mencari sekitar 800 batu permata untuk setiap jam tangan, semuanya dengan warna yang sama persis dan kualitas tingkat tertinggi,” imbuhnya.

Mesin jam

Model Royal Oak versi 41mm dan 37mm dilengkapi mesin otomatis Calibre 4309 dan Calibre 5909 yang sama-sama beroperasi dalam frekuensi 4 Hz.

Masing-masing mesin tersebut diberi winding rotor berbahan pink gold 22 karat dan dilapisi rhodium.

Rangkaian koleksi Audemars Piguet x Salanitro Royal Oak sudah bisa diperoleh di situs resmi pembuat jam.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”