IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.com – Kuala Lumpur seakan menjadi tujuanwisata yang rasanya tak habis untuk dijelajahi. Wilayah metropolitan Malaysia ini memiliki arsitektur yang terbilang cukup unik, perpaduanarsitektur modern dan tradisional.

Bangunan bersejarah, masjid, kuil, ruko, pusat perbelanjaan, hingga gedung pencakar langit, seakan menyatu dengan harmonis di kota itu. Tak berlebihan jika warga lokal menyebut kota mereka sebagai kota yang penuh warna di siang hari, dan kota yang berkilau di malam hari.

Menjelajahi Kuala Lumpur (KL) sendirian pun tak menjadi masalah. Terdapat berbagai pilihan transportasi umum yang bisa dijajal dari satu titik ke titik lainnya.

Bagi turis asing, dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju pusat kota KL bisa dilalui dengan pilihan transportasi umum, seperti kereta, yaitu KLIA Express dan KLIA Transit.

Sesuai namanya, kereta ekspres adalah pilihan tercepat dan termudah, karena akan membawa Anda langsung ke stasiun KL Sentral, tanpa berhenti, hanya dalam waktu 28 menit. Sedangkan KLIA Transit akan berhenti di Salak Tinggi, Putrajaya, Bandar Tasik dan Selatan.

Di KL Sentral, yang merupakan stasiun dan halte utama di KL, pelancong bisa menjelajahi beberapa tempat. Ada pusat perbelanjaan NU Sentral yang terhubung langsung dengan stasiun monorel. Selain itu, pelancong juga bisa langsung berjalan-jalan dengan menggunakan bus maupun berjalan kaki karena satu tempat ke tempat lainnya cenderung cukup dekat.

Salah satu tujuan wisatayang bisa dibilang berada di tengah kota Kuala Lumpur dan dekat dari KL Sentral adalah pasar seni Central Market, surga dimana para turis biasa belanja oleh-oleh, baik itu makanan ringan khas, hingga pernak-pernik.

Terdapat beberapa gerai yang menawarkan harga-harga pasti (fixed) untuk berbagai pilihan buah tangan. Namun, bagi Anda yang menyukai pengalaman tawar-menawar, Anda juga bisa mengaplikasikannya saat berbelanja di Central Market. Biasanya, jika membeli dengan jumlah yang cukup banyak, penjual akan memberikan harga khusus atau bonus tambahan, seperti beberapa snack khas negeri jiran.

Jika sudah bosan atau puas berbelanja, turis bisa berjalan sedikit menuju Petailing Street, pecinan (Chinatown) di Kuala Lumpur yang menawarkan berbagai pengalaman, budaya, hingga makanan China yang selalu dirindukan.

Meski kawasan ini lebih menyenangkan untuk dikunjungi di malam hari, Petailing Street juga tak kalah mengasyikkan untuk dijelajahi di pagi hari. Banyak pedagang yang menjajakan menu sarapan hingga jajanan China yang cocok dinikmati semua orang. Tak perlu ragu untuk menanyakan apakah makanan yang ditawarkan halal atau tidak, karena para penjual akan dengan ramah menjawab, bahkan memberikan rekomendasi sajian halal lainnya di dekatnya.

Selain dipenuhi dengan pemandangan para pedagang, terdapat juga beberapa toko pernak-pernik, kafe, hingga tempat bersejarah yang unik dan menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Kuil Guan Di, yang merupakan kuil kepercayaan Tao yang berdiri sejak tahun 1888.

Wisatawan yang mengunjungi Chinatown dapat dengan mudah berjalan kaki ke Jalan Tun H. S. Lee, sebuah jalan kecil yang sejajar dengan Jalan Petaling yang ramai.

Banyak pengunjung mengerumuni kuil ini karena mereka percaya bahwa pedang Guan Dao yang berada di sini memiliki kekuatan khusus untuk memberkati dan melindungi seseorang jika dia menyentuh atau mengangkatnya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi kuil adalah di pagi hari. Tidak hanya karena suasananya jauh lebih tenang di dalam dan di sekitar kuil, Anda juga akan menyaksikan banyak penduduk setempat, Tionghoa membakar dupa dan berdoa untuk masa depan yang sejahtera.

Puas berkelana di Chinatown, pelancong bisa berjalan sedikit menuju Dataran Merdeka, yang merupakan salah satu tempat bersejarah di Kuala Lumpur. Terdapat sebuah batu yang berdiri di sana, yang menjadi titik nol Kuala Lumpur.

Dataran Merdeka itu merupakan tempat dimana bendera Union Jack diturunkan dan bendera Federasi Malaya dikibarkan untuk pertama kalinya pada tengah malam tanggal 31 Agustus 1957.

Tepat di depan Dataran Merdeka, berdirilah bangunan megah bernama Bangunan Sultan Abdul Samad. Bangunan ini berbentuk simetri yang klasik dan gaya arsitektur luarnya memakai arsitektur Eropa, tepatnya Inggris. Dulunya, gedung ini bertujuan menghimpun seluruh sekretariat persekutuan.

Kompleks Dataran Merdeka dan Bangunan Sultan Abdul Samad menjadi spot yang cantik untuk diabadikan ketika Anda berkunjung ke Kuala Lumpur, terutama saat senja segera tiba, karena pemandangannya begitu cantik dan berpadu dengan bangunan-bangunan yang didominasi desain klasik dan warna-warna menenangkan, seperti cokelat.

Senja tiba, saatnya beralih ke pusat bangunan modern di KL. Tentu tak lengkap jika Anda tidak berfoto di depan Menara Kembar Petronas. Bangunan ini pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101.

Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20, sehingga masih ramai diminati oleh pengunjung.

Di bawah bangunan ini, terdapat sebuah Taman KLCC yang menyediakan jalur untuk berjalan-jalan, kolam air mancur yang dihiasi pertunjukan cahaya di malam hari dan tentu saja, Suria KLCC — yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia.

Malam tiba, saatnya beralih ke Bukit Bintang — nirwana kuliner dan hiburan KL. Daerah ini telah lama menjadi kawasan ritel paling terkemuka di Kuala Lumpur yang merupakan rumah bagi banyak pusat perbelanjaan terkenal, kafe, bar, pasar malam, dan street food. Kawasan ini populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal, terutama di kalangan anak muda.

Dengan trotoar yang lebar dan akses transportasi umum yang bisa dipilih, termasuk monorel dan bus kota gratis, membuat tempat ini ramah bagi pejalan kaki. Anda bisa mengunjungi, setidaknya delapan pusat perbelanjaan, termasuk Pavilion, hingga mencicipi jajanan atau street food di Jalan Alor.

Banyak pilihan makanan laut (seafood), gorengan, hingga es krim. Selain itu, di dekat Jalan Alor juga terdapat Lot 10 yang menawarkan banyak pilihan makanan. Gerai-gerai di kawasan Bukit Bintang biasanya buka hingga lewat tengah malam. Namun, untuk mal, akan tutup pada pukul 10 malam waktu setempat.

Jadi, tak perlu takut untuk menjelajahi Kuala Lumpur sebagai seorang solo traveller. Selain akses yang cukup mudah, para penduduk lokal pun kebanyakan tak segan untuk memberikan bantuan jika Anda membutuhkan.

Lagi pula, tersesat di negeri orang, terkadang menjadi petualangan yang tak akan terlupakan di kemudian hari, kan?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”