IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.com – Penulis buku terpopuler Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki mempunyai tips berinvestasi di tengah ancaman resesi yang semakin dekat. Paling tidak, untuk melindungi aset kekayaan agar tidak tergerus inflasi dan resesi, ada beberapa saran yang perlu disimak darinya.

Adapun salah satu saran dari Kiyosaki bagi kalangan investor adalah memburu perak.

Editor pelaksana blog SchiffGold, dan pembawa acara Friday Gold Wrap Podcast dan seri wawancara It’s Your Dime, Michael Maharrey menjadi salah satu yang mengulas saran Kiyosaki tersebut.

Maharrey mengatakan, Kiyosaki meramalkan bahwa dolar Amerika Serikat (AS) pada akhirnya akan jatuh ketika Bank Sentral AS, The Fed menyerah pada inflasi.

“Itu akan terjadi lebih cepat daripada prediksi,” kata Maharrey mengutip serangkaian tweets Kiyosaksi seperti dikutip dari Schiff Gold, Sabtu (22/10/2022).

Maharrey sendiri mengulas soal nasib dolar AS yang akan menyusul pound Sterling Inggris. “Saya percaya itu akan terjadi. Saya percaya dolar AS akan jatuh pada Januari 2023 setelah The Fed menyerah pada inflasi,” ucapnya.

Sementara itu, ia menilai emas dan perak yang terjual dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan gagasan bahwa Federal Reserve akan memenangkan perjuangannya melawan inflasi.

Meski begitu, Maharrey memiliki reli singkat di kedua logam tersebut setelah Bank of England menyerah pada inflasi dan berputar kembali untuk kehilangan kebijakan moneter untuk menyelamatkan sistem pensiunnya.

“Dalam wawancara baru-baru ini dengan Charles Payne, Peter Schiff mengatakan The Fed pada akhirnya akan mengikuti lintasan yang sama dengan BoE,” katanya.

Supaya mendapat keuntungan dari kejatuhan dolar AS, Kiyosaki mengaku membeli lebih banyak lagi perak. Dia memproyeksikan harga perak akan naik di kisaran US$ 100 hingga US$ 500 dalam dekade ini.

Kiyosaki mencatat rasio perak-emas. Rasio itu saat ini di atas 86-1. Itu berarti dibutuhkan lebih dari 86 ons perak untuk membeli satu ons emas. Sebagai perbandingan, rata-rata di era modern adalah antara 40:1 dan 50:1.

Secara historis, ketika spread menjadi sebesar ini, perak tidak hanya mengungguli emas, tetapi juga berjalan besar-besaran dalam waktu singkat. Sejak Januari 2000, ini sudah terjadi empat kali. Kiyosaki menunjukkan bahwa perak adalah investasi yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”