IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober. Banyak cara untuk merayakan Hari Batik Nasional , termasuk di antaranya mengunjungi museum-museum batik untuk mengenal warisan budaya dari Indonesia ini.

Batik, sebagai seni menggambar di atas kain, telah ada sejak tahun 1920 lalu, kemudian berkembang hingga masa sekarang.

Berdasarkan situs , mulanya, batik hanya dibuat dan dikerjakan oleh kalangan raja. Namun, kini batik telah menjadi salah satu budaya khas Indonesia dengan berbagai motif yang berbeda-beda di berbagai daerah.

Pada 2 Oktober 2009, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Untuk mengenal lebih jauh dan tetap melestarikan batik di Indonesia, Kompas.com telah merangkum beberapa museum yang dapat dikunjungi untuk merayakan Hari Batik Nasional.

Museum Batik untuk dikunjungi saat Hari Batik Nasional

1. Museum Tekstil Jakarta

Museum Tekstil yang berlokasi di Jalan Aipda KS Tubun No. 2-4, Jakarta Barat ini dapat dikunjungi setiap harinya, bahkan pada hari libur nasional pun, kecuali pada hari Senin.

Jam operasional Museum Tekstil mulai pukul 09.00-15.00 WIB dengan harga tiket cukup terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 2.000 untuk pelajar.

Menurut situs resminya, di Museum Tekstil, pengunjung bisa melihat koleksi-koleksi kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, alat tenun, sulam, serta songket. Selain itu juga, ada lokakarya membatik yang dapat diikuti.

2. Museum Batik Yogyakarta

Museum batik yang satu ini terletak di Yogyakarta, kota yang mewarisi budaya keratonan.

Museum Batik Yogyakarta ini berlokasi di Jalan Dr. Sutomo 13A, Yogyakarta. Pengunjung dapat berkunjung di hari Senin hingga Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB. Diharapkan untuk melakukan reservasi jika ingin berkunjung di hari libur nasional.

Menurut situs resminya, harga tiket masuk ke museum sebesar Rp 30.000. Dikutip dari situs Visitingjogja, di museum yang diprakarsai suami-istri Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih itu, pengunjung bisa melihat koleksi batik dan alat-alat pendukung proses pembuatannya, seperti wajan, anglo, canting, dan lainnya.

Namun, pengunjung uga bisa belajar membatik dengan tarif sebesar Rp 55.000.

Jika tertarik untuk berkunjung sambil belajar membatik, museum ini juga menyediakan paket membatik dan berkunjung ke museum dengan tarif mulai dari Rp 85.000 sampai Rp 95.000.

3. Museum Batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan terletak di Jalan Jetayu No.1, Pekalongan, Jawa Tengah.

Berdasarkan situs Asosiasi Museum Indonesia, Museum Batik Pekalongan memamerkan sekitar 1.149 koleksi batik dan alat tenun tradisional. Salah satu koleksi batiknya adalah kain batik motif wayang beber yang telah berusia ratusan tahun.

Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Rp 5.000 per orang untuk kategori dewasa atau umum, sementara anak-anak dan pelajar hanya membayar Rp 1.000.

Jam operasionalnya mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB setiap harinya.

Dilansir dari laporan (01/10/2022), pengunjung Museum Batik Pekalongan tak hanya dimanjakan dengan koleksi batik, tetapi juga dapat mengikuti lokakarya membatik, dengan harga mulai dari Rp 20.000 tergantung ukuran lebar media kain dan bingkainya.

4. House of Danar Hadi, Surakarta

House of Danar Hadi berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No.261, Sriwedari, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Selain merupakan museum batik yang cocok dikunjungi saat Hari Batik Nasional, tempat ini juga merupakan cagar budaya.

Museum batik di House of Danar Hadi buka setiap harinya mulai pukul 09.00-16.30 WIB.

Menurut situs resminya, House of Danar Hadi telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) memiliki sekitar 10.000 koleksi batik, yang menjadikannya sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak di Indonesia.

Koleksi batik yang dipamerkan juga beragam, mulai dari batik keraton, batik Indonesia, batik zaman Belanda, hingga batik Cina.

5. Museum Seni Neka, Bali

Di luar pulau Jawa, terdapat pula museum batik yang berlokasi di Bali. Lokasi tepatnya berada di Jalan Raya Sanggingan Campuhan, Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dilansir dari , museum ini telah berdiri sejak 1976 dan diresmikan pada 1982.

Koleksi yang dipamerkan pun mencapai 300 koleksi lukisan dari berbagai seniman. Pengunjung juga dapat menemukan koleksi batik dengan motif-motif batik khas Bali. Dilansir dari situs , jenis motifnya termasuk motif sekar jagad Bali, teratai banji, dan juga motif poleng biru.

Selain pameran koleksi lukisan dan motif batik, pengunjung juga bisa mengikuti lokakarya membatik di museum ini.

Dikutip dari situs resminya, Museum Seni Neka dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 09.00-15.00 WITA. Harga tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 100.000, untuk pelajar Rp 50.000, dan anak-anak di bawah 12 tahun gratis.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”