IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – Puluhan ribu orang Rusia telah meninggalkan negara itu sejak Presiden Vladimir Putin mengirim pasukannya ke Ukraina pada Februari. Ini kemudian diperparah dengan pengumuman panggilan wajib militer pada September lalu.

Terbaru, kini, ramai-ramai warga Rusia mencoba mencari akar Yahudi dari silsilah keluarga mereka. Hal itu dilakukan agar dapat pindah kewarganegaraan ke Israel.

Di bawah Hukum Pengembalian Israel, memang siapa pun yang memiliki setidaknya satu kakek-nenek Yahudi memenuhi syarat untuk kewarganegaraan negeri itu. Termasuk orang-orang yang pindah agama ke Yudaisme.

Salah satunya adalah Ivan Mitrofanov (32), yang mencari bukti bahwa kakek-neneknya adalah orang Yahudi. Sebagai pekerja teknologi, ia sejauh ini masih dibebaskan dari wajib militer yang diumumkan pada 21 September.

Tetapi Mitrofanov mengatakan ia harus bergegas untuk pergi selama perbatasan masih terbuka. Menurutnya Israel adalah pilihan yang lebih baik daripada ke Eropa.

“Di Eropa, paspor Rusia saya ‘beracun’. Saya akan pergi ke Israel di tempat yang sebenarnya kami inginkan,” katanya, dikutip dari Time of Israel, Rabu (12/10/2022).

Di sebuah pusat Palang Merah di Moskow, seorang wanita berambut gelap juga mencoba menggali rincian tentang akar Yahudinya. Ini untuk membantu putranya melarikan diri dari mobilisasi pasukan untuk berperang di Ukraina.

“Mendapatkan paspor Israel adalah satu-satunya cara agar putra saya tidak pergi berperang di Ukraina,” jelas wanita itu, yang menolak menyebutkan namanya karena alasan keamanan, kepada AFP.

Pekerja di kantor administrasi kota di Moskow barat, memang mencatat kenaikan warga yang mencari asal-usul Yahudi. Bahkan, mencapai 90%.

Sementara itu, Israel pun mengatakan aplikasi imigrasi dari Rusia dan Ukraina telah meningkat tiga kali lipat sejak konflik dimulai. Biro Pusat Statistik menghitung 20.000 kedatangan dari Rusia dan lebih dari 12.000 dari Ukraina sejak akhir Februari.

Menurut data, satu juta lebih dari 9,4 juta penduduk Israel berakar di bekas Uni Soviet. Kini ada banyak gelombang emigrasi ke Israel dari Rusia dan bekas Uni Soviet.

Perlu diketahui, Rusia pada Juli telah memerintahkan pembubaran Badan Yahudi, yang membantu orang Yahudi beremigrasi dari negeri itu. Moskow menuduhnya melanggar hukum dan memicu krisis diplomatik besar dengan Israel dan masih belum terselesaikan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”