IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 1, 2022

idwarta.com – Mobil-mobil modern banyak yang dibekali dengan transmisi matik berjenis CVT karena memiliki banyak keunggulan. Mulai dari kenyamanan hingga irit konsumsi bahan bakar.

Namun, berbarengan dengan kabar gembira tersebut muncul anggapan bahwa setiap CVT mengalami kerusakan maka solusinya adalah melakukan penggantian CVT assy atau satu set yang harganya tidak murah.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar?

Pemilik Aha Motor Spesialis Nissan & Datsun Hardi Wibowo, mengatakan berat untuk menyampaikan informasi jujur tersebut, lantaran harga transmisi CVT itu tidak murah, namun karena dampak kerusakan CVT pada umumnya melibatkan semua komponen di dalamnya maka penggantian satu gelondong adalah solusinya.

“Hampir semua transmisi CVT yang bermasalah mengalami kerusakan pada puli dan sabuk bajanya, ada slip yang menyebabkan sabuk baja dan puli rontok sehingga menghasilkan serbuk baja yang terbawa bersama oli CVT,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Sabtu (24/9/2022).

Dia mengatakan serbuk baja tersebut berpotensi ikut bersirkulasi dengan oli meski ada saringan di dalamnya.

“Saringan ada, tapi tidak menutup kemungkinan serbuk baja tersebut ikut bersirkulasi ke seluruh komponen di dalam CVT, akhirnya plunyer dan beberapa saluran menjadi aus dan longgar, hal itu membuat komponen yang memiliki tingkat presisi tinggi akan melejit dan membuat macet,” ucap Hardi.

Dia menyebutkan contoh pompa oli yang aus, dan membuatnya macet karena posisinya sudah tidak presisi lagi.

“Kalau piston di pompa oli CVT ini aus, maka akan berpotensi oblak, bila oblak maka dia bisa macet dan membuat kerja pompa tidak optimal, akibatnya terjadi slip baik di kampas koplingnya hingga pada puli dan sabuk baja,” ucap Hardi.

Dengan demikian, Hardi menyimpulkan bahwa setiap kerusakan yang menyebabkan puli dan sabuk baja tergores maka besar kemungkinan semua komponen mengalami masalah karena serbuk baja sudah ikut mengalir bersama oli.

“Pernah mengganti beberapa komponennya saja, dapat dari copotan, akhirnya ya tidak lama rusak karena rangkaian sistem di dalam CVT saling terikat dan mempengaruhi, jadi memang solusi CVT yang bermasalah ya perlu diganti satu gelondong,” ucap Hardi.

Dia mengatakan selain memang onderdil dalam CVT tidak dijual ecer, kerusakan yang dialami CVT memang tidak memungkinkan untuk diganti secara terpisah melainkan harus satu set CVT.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”