IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 7, 2023

idwarta.com – Festival Jak-Japan Matsuri kembali digelar tahun ini, tepatnya pada 14-16 Oktober 2022 lalu, secara hybrid (daring dan luring) di Mall fX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

Direktur Informasi dan Kebudayaan untuk Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sekaligus Komite Pelaksana Jak-Japan Matsuri 2022 , Wakabayashi Takahiro, mengatakan bahwa acara ini adalah upaya pengenalan budaya kedua belah pihak.

“Ini acara persahabatan antara kedua negara, yang namanya pertukaran jangan sampai satu arah. Jadi kami ingin sekali masyarakat indonesia khususnya generasi muda bisa mengenal Jepang dengan lebih baik,” ujar Wakabayashi saat ditemui Kompas.com, Minggu (16/10/2022).

“Di sisi lain, masyarakat Jepang yang ingin mengenal Indonesia dengan lebih baik, akan merasa dekat dengan Indonesia,” imbuhnya.

Antusiasme pengunjung festival

Setelah absen dua tahun akibat pandemi Covid-19, festival persahabatan Jepang dan Indonesia ini pertama kalinya digelar di dalam ruangan atau indoor.

Kendati tidak di ruang terbuka, antusiasme pengunjung ternyata tidak kalah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya sudah tanya ke pihak fX, pengunjung tanggal 14 (Oktober) ada 2.489 orang, tanggal 15 itu 44.582 orang. Kalau melihat ramainya hari ini, mungkin hampir sama dengan tanggal 14, jadi diperkirakan total 90.000-an orang,” jelas Wakabayashi.

Selama tiga hari yaitu 14-16 Oktober 2022, untuk sesi offline (luring), Jak-Japan Matsuri berlangsung di lantai 1 dan 3 Mall fX Sudirman pada pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Jak-Japan Matsuri tahun ini, yang diadakan secara gratis, dimeriahkan oleh sejumlah penampilan baik terkait kebudayaan Jepang maupun Indonesia.

Penampilan tersebut di antaranya Mikoshi yang diarak keliling lapangan sambil diiringi genderang atau alat musik Jepang bernama taiko, pertunjukan JKT48, penyanyi Hanin Dhiya, tarian dan gamelan, serta kehadiran pengisi suara para karakter anime Doraemon.

Area festival dipadati pengunjung

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, Minggu (16/10/2022), pengunjung terlihat memadati area di hari terakhir festival Jak-Japan Matsuri.

Untuk masuk ke Mall fX Sudirman, baik melalui pintu utama maupun pintu samping, terdapat antrean dan sempat dibatasi selama beberapa menit.

Sesampainya di dalam, terutama di lantai 1 dan 3, juga dipenuhi lautan manusia yang banyak di antaranya menjadi cosplayer.

Cosplay (Costume Play) sendiri artinya adalah mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti agar mirip tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, atau lainnya.

Booth-booth yang menjajakan merchandise khas Jejepangan juga diserbu oleh para pengunjung. Salah satunya booth toko merchandise anime Jepang, Yotakushop, yang mengaku kebanjiran pembeli.

Yotakushop sendiri menjual merchandise berupa gambar-gambar anime yang dijadikan berbagai produk, seperti tas, gantungan kunci, stiker, bando kuping, dan lain-lain.

“Hari kedua dan terakhir ini ramai. Kayak bando kuping kucing saja sudah di atas 600 buah malah mendekati 1.000 biji terjual, belum lagi barang lain,” ujar owner Yotakushop bernama Ciputra.

“Antusiasmenya seperti orang kelaparan ya, setelah dua tahun tidak diadakan. Sama saja kayak di event Jejepangan lain juga begitu,” imbuhnya.

Mengenalkan budaya dua negara

Uniknya, acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Jabat Hati Indonesia Jepang ini menggunakan sistem silang dalam menampilkan pertunjukan yang ada.

“Kami menggunakan sistem silang. Jadi kalau budaya Jepang itu masyarakat Indonesia yang memperkenalkan (sebagai pelaku), kalau budaya Indonesia itu orang jepang yang memperkenalkan,” terang dia.

Misalnya, kata Wakabayashi, tarian dan gamelan yang dimainkan oleh orang Jepang, sedangkan alat musik taiko dimainkan oleh orang Indonesia.

Lebih lanjut, Wakabayashi sebagai pihak penyelenggara berharap agar Jak-Japan Matsuri 2022 yang kali ini digelar gratis dan berada di area publik, bisa menjangkau banyak pihak dan kalangan.

“Harapannya pengunjung akan menyebarluaskan pengalaman yang baik dengan teman-teman,” ujarnya.

Adapun ia menilai bahwa dalam membentuk hubungan persahabatan antara kedua negara, memang harus melalui budaya dan hal-hal ringan yang menyenangkan. Tidak langsung melalui cara yang terkesan serius, seperti diskusi tentang politik atau ekonomi.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”