IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.comJakarta, CNBC Indonesia – Jumlah kasus gagal ginjal akut progresif atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) terus melonjak. Kementerian Kesehatan mencatat hingga Selasa (18/10/2022) mencatatkan ada 206 kasus yang dilaporkan di 20 provinsi, sebanyak 99 pasien meninggal dunia.

Secara umum, angka kematian gangguan ginjal akut di Indonesia mencapai 48%. Khusus untuk kasus yang tercatat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk ginjal, angka kematiannya telah mencapai 65%.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian gangguan ginjal akut ini dengan vaksin Covid-19 maupun inveksi Covid-19,” ungkap dr. Mohammad Syahril, Juru Bicara Kemenkes, dalam konferensi pers daring, Rabu (19/10/2022).

Dia menjelaskan, kasus gagal ginjal ini utamanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Sementara program vaksinasi Covid baru tersedia untuk anak di atas usia 5 tahun.

Kementerian Kesehatan hingga kini masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti lonjakan kasus gagal ginjal anak. Namun, dugaan sementara penyebabnya berkaitan dengan komponen atau senyawa dalam obat sirup yang dikonsumsi anak.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien, sementara ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut.”

Karena itu, sebagai langkah kewaspadaan, pemerintah telah melarang peredaran dan konsumsi semua obat dalam bentuk sirup. Obat yang dilarang termasuk semua jenis obat dalam bentuk sirup atau cair, termasuk obat cair untuk dewasa, dan tidak terbatas pada obat paracetamol sirup saja. Larangan ini berlaku sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setelah didiskusikan dengan seluruh pihak, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, [larangan ini untuk] semua obat sirup atau obat cair, bukan hanya paracetamol,” kata Syahril.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah membeli obat penawar atau antidotum dari luar negeri untuk diberikan kepada pasien gagal ginjal akut yang masih mendapat perawatan di fasilitas kesehatan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”