IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – I di Indonesia semakin berkembang seiring waktu. Saat ini, tata rias semipermanen juga turut menambah warna baru di industri tersebut.

Lantas, apa itu

Tata rias semipermanen adalah jasa kecantikan yang sudah banyak diminati sejak tahun 2008.

Metodenya dilakukan dengan melakukan sejumlah prosedur dengan mengaplikasikan pigmen ke bagian kulit untuk memperkuat penampilannya.

“Tujuan dari semipermanen itu untuk menambah karakter pada wajah. Menggunakan alat berupa pena khusus untuk membubuhkan pigmen ke lapisan kulit terluar,”

Demikian kata Anggie Rassly, ketua Pertaspi (Perkumpulan Ahli Tata Rias Semipermanen Indonesia) kepada Kompas.com usai peresmian Pertaspi, belum lama ini.

Jasa tata rias semipermanen

yang satu ini memiliki dua tipe jasa kecantikan yang melayani prosedur berbasis pigmentasi.

Mulai dari sulam alis , sulam bibir , hingga sulam garis mata (eyeliner).

Di samping itu, tata rias semipermanen juga melakukan jasa kamuflase untuk memperbaiki sejumlah masalah kecantikan.

Seperti kemunduran garis rambut, menutupi stretch mark hingga perbaikan jaringan tubuh berskala ringan.

Metode yang dilakukan berbeda dengan tato pada umumnya. Sebab, tata rias semipermanen dilakukan pada lapisan kulit dengan kedalaman 0,2 – 0,5 mm.

“Tusukan jarumnya tidak seperti tato karena tata rias semipermanen terbilang kecil dan hanya sampai di lapisan epidermis saja tanpa melukai,” tambah Anggie.

Dengan pemberian pigmen pada lapisan kulit yang tidak terlalu dalam, berbagai layanan tata rias semipermanen dapat bertahan 1-3 tahun.

Setelah itu, aplikasi tata rias semipermanen perlu di-retouch lagi karena setiap 28 hari sekali kulit secara alami mengalami regenerasi yang seiring waktu membuatnya memudar.

Masa depan tata rias semipermanen di Indonesia

Sejak kemunculannya pada tahun 2008, tata rias semipermanen seiring waktu semakin diminati banyak kalangan.

Bahkan laman Google sudah mencatat di Indonesia saat ini terdapat sekitar 1.000 usaha di bidang kecantikan berupa salon, , studio, sampai home industry.

Target dari pelanggannya pun semakin berkembang yang tidak cuma wanita, pria juga kerap melakukan metode ini dengan tujuan estetika.

“Kalau pria paling banyak melakukan kamuflase untuk mengisi kekosongan pada garis rambut yang mundur,” ujar Anggie.

Anggie juga menyebutkan, tata rias semipermanen di Indonesia sudah cukup terkenal dan banyak didatangi oleh turis mancanegara.

Sebab, para penata rias dari Indonesia memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga hasil akhirnya lebih unggul dan dapat diapresiasi.

“Jika dilakukan dengan standart yang benar, maka Indonesia semakin berpotensi untuk menjadi wellness tourism juga,” papar Anggie.

Industri kecantikan khususnya tata rias semipermanen di Indonesia juga dikatakan punya masa depan yang cerah.

Bahkan semenjak kehadirannya, pelayanan tata rias tersebut terus berkembang dan menjadi kebutuhan baru di kalangan masyarakat.

Namun dalam pengerjaannya harus dilakukan oleh para profesional atau orang yang sudah menempuh sertifikasi khusus agar prosedurnya tetap aman dan berkualitas.

Kehadiran Pertaspi menjamin prosedurnya aman

Melatarbelakangi maraknya pelaku di Indonesia.

Pertaspi didirikan dengan tujuan utama untuk menjadi organisasi resmi yang menaungi para pelaku bisnis dan tenaga ahli.

Selain itu, Pertaspi juga menyoroti para pelaku dan profesional agar memiliki kualitas bertaraf internasional sehingga dapat bersaing dengan tenaga ahli dari negara lain.

“Kami melihat potensi yang dimiliki para pelaku industri sangat besar.”

“Tujuan dari dibentuknya Pertaspi adalah untuk meningkatkan kredibilitas para pelaku dan profesional serta meredam kekhawatiran konsumen atas kasus-kasus malpraktek yang selama ini masih marak terjadi,” kata drg. I Putu suprapta MSc, CMC, selaku Dewan Etik Pertaspi.

Perhimpunan ini setidaknya dapat membimbing para pelaku dan profesional agar memiliki pedoman yang jelas.

Sehingga, masyarakat luas lebih memahami dan percaya bahwa semua prosedur tata rias semipermanen dilakukan secara aman dan memiliki standar.

Sejumlah program, kode etik, bimbingan dan perlindungan pun juga dirancang Pertaspi demi masyarakat dan para profesional itu sendiri.

Beberapa program yang dimaksud mencakup kegiatan pelatihan, workshop, diskusi isu terbaru, hingga kompetisi tahunan di dalam dan luar negeri agar para anggotanya sama-sama berkembang dan meningkatkan kompetensinya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”