Hukum Zakat Fitrah
Islam

Mengenal Hukum Zakat Fitrah, Praktis dengan Problem Solving!

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa sih Hukum Zakat Fitrah bagi seorang Muslim? Tentu sebagai seorang Muslim pasti Anda akan memahami bahwa menunaikan zakat fitrah merupakan Rukun Islam yang ke tiga. Zakat fitrah sendiri adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh seorang Muzakki (Orang wajib zakat), dengan syarat memiliki kelebihan bahan makanan pokok pada akhir bulan Ramadhan.

Hukum Zakat Fitrah

 

Bagaimana Hukum Zakat Fitrah

Seperti pada pembahasan awal tadi, zakat merupakan Rukun Islam yang ke tiga. Sehingga hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap orang Islam, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua bahkan seorang bayi yang baru lahir jika masih menemui bulan Ramadhan maka Ia juga wajib untuk berzakat. Sehingga, kewajiban melaksanakan zakat ini mutlak untuk dilakukan atau dibayarkan oleh setiap orang Islam yang telah menemui bulan Ramadhan.

Lalu, apa yang harus kita gunakan untuk membayar zakat fitrah ini? Ya, dalam hal ini bahan makanan pokok dari suatu Negerilah yang wajib dikeluarkan untuk membayar zakat. Seperti halnya jika Anda berada di Negara Indonesia yang mayoritas makanan pokoknya adalah berupa beras. Maka, zakat fitrahnya adalah dengan membayarkan beras tersebut sebesar satu sha’ atau 3.1 liter.

Permasalahan Seputar Kewajiban Membayar Zakat Fitrah

Bagaimana hukumnya membayar zakat fitrah, jika ada seseorang yang tidak memiliki kelebihan bahan makanan pada akhir bulan Ramadhan?

Nah, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah adalah mereka yang memiliki kelebihan bahan makanan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk yang wajib dinafkahinya, pada malam hari raya dan siang harinya. Sehingga, jika ada seseorang yang tidak memiliki kelebihan bahan makanan tersebut, maka Ia tidak wajib untuk melakukan zakat fitrah.

Bagaimana hukumnya membayarkan zakat fitrah jika ada seseorang yang meninggal pada pertengahan bulan Ramadhan ?

Adapun seseorang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah yakni, ketika Ia menemui atau berada pada akhir bulan Ramadhan. Jikalau seseorang tersebut meninggal pada pertengahan bulan Ramadhan, maka seseorang tersebut tidak wajib untuk membayarkan zakat.

Bagaimana hukumnya membayarkan zakat fitrah untuk bayi yang lahir pada akhir bulan Ramadhan?

Adapun untuk bayi yang lahir pada akhir bulan Ramadhan dan sebelum masuk hari raya atau malam takbir, maka seorang bayi tersebut wajib untuk zakat fitrah. Adapun yang membayarkan zakat fitrahnya adalah orang tuanya.

Nah, jika suatu contoh bayi tersebut lahir setelah matahari terbenam atau pada malam hari raya, maka bayi tersebut tidak wajib untuk zakat fitrah.

Demikianlah artikel dari kami yang membahas mengenai Hukum Zakat Fitrah. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya Umat Islam, untuk memahami hukum zakat fitrah secara tepat. Supaya amalan zakat ini diterima oleh Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *