Kuliner Yogyakarta Yang Terkenal Masakan Gudeg
Wisata

Mengenal Legenda di Tiap Citarasa Kuliner Yogyakarta

IDWARTA.com – Sebagai kota Istimewa di Indonesia, Yogyakarta memiliki tradisi dan adat Jawa yang masih kental hingga kini. Sebagai salah satu kota besar, Yogyakarta membawa daya tarik tersendiri sehingga mampu mengajak masyarakat lokal hingga penjuru dunia merasakan atmosfer istimewa di kota ini. Selain dijuluki sebagai kota pelajar, dikenal juga akan kuliner Yogyakarta yang khas.

 

Kuliner Yogyakarta membawa citarasa yang lezat bagi lidah masyarakat Indonesia. Di Yogyakarta juga dikenal dengan salah satu menu khas kota ini. Apa lagi kalau bukan Gudeg. Gudeg menjadi salah satu hidangan istimewa yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kota ini. Banyak kuliner Yogyakarta lainnya yang bisa membuat anda penasaran dengan citarasanya.

 

Beragam kuliner di Yogyakarta ada yang memiliki nilai sejarah. Dan kebanyakan kuliner khas Yogyakarta tidak terlepas dari pengaruh Kerajaan Keraton Yogyakarta yang sudah sangat melegenda. Kebanyakan kuliner Yogyakarta memang memiliki cerita sekaligus nilai sejarah. Apa sajakah kuliner Yogyakarta tersebut? Berikut macam-macam kuliner yang ada di Yogyakarta dan bagaimana sejarahnya kuliner-kuliner tersebut bisa ada.

 

Kuliner Khas Yogya yang Mendunia: Gudeg

Kuliner Yogyakarta Yang Terkenal Masakan Gudeg

Kuliner Yogyakarta yang sangat melegenda dan terkenal hingga kini adalah Gudeg. Gudeg ternyata mempunyai perjalanan sejarah yang sangat panjang. Kuliner sudah lahir bersamaan dengan munculnya kerjaan Mataram Islam sekitar abad ke-14.

 

Menurut sejarah, ketika sedang terjadinya pembangunan sebuah kerajaan Mataram dialas Mentaok, banyak pohon nangka yang harus ditebang. Karena banyak buah nangka yang masih muda, akhirnya membuat para pekerja harus memasak buah nangka muda (gori) untuk dijadikan makanan.

 

Sejarah lain juga mencatat seperti dalam tulisan sastra karya Jawa Serat Centhini bahwa pada abad ke-16, kuliner gudeg pernah menjadi salah satu kuliner yang disajikan kepada Raden Mas Cebolang ketika bersinggah ke padepokan Pangern Tembayat di Klaten.

 

Selain Gudeg begitu lekat akan sejarahnya, kuliner yang menjadi ikon dari kota Yogyakarta juga sudah mendunia. Selain tempat wisata, kuliner guded juga menjadi tujuan wisatawan sekaligus pilihan menu utama. Bahkan nama gudeg sendiri ditulis di salah satu situs travel terbesar yang memasukkan kuliner Yogyakarta ini sebagai salah satu kuliner terenak dari Indonesia. Karena namanya sudah menjadi identitas kota Yogyakarta, maka untuk membuat makanan ini memerlukan kesabaran.

 

Cara membuat Gudeg sangat sederhana. Pertama siapkan buah nangka muda (Gori). Setelah dipotong-potong menjadi kecil, gori lalu direbus lalu dicampur dengan gula kelapa juga santan kental.

 

Aduk beberapa jam sambil dicampur dengan rempah-rempah atau bumbu tradisional. Setelah siap untuk dihidangkan, makanan gudeg akan semakin nikmat bila disantap dengan sepiring nasi putih, sambal krecek, sawiran ayam dan telur.

 

Baca juga : Menelusuri Kuliner Medan Yang Beragam

 

Mencicipi kuliner dari Singkong: Tiwul

Bagi anda yang berasal dari Jawa tengah dan Jawa Timur, pasti tidak asing dengan nama Tiwul. Kuliner Yogyakarta yang terbuat dari singkong ini ternyata berasal dari Yogyakarta. Makanan khas Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut pada zaman lampau kerap dimanfaatkan sebagai sumber makanan pokok pengganti nasi.

 

Dibalik namanya yang unik, tiwul Yogyakarta ternyata memiliki sejarahnya sendiri. Bahkan konon katanya, pada masa penjajahan Jepang, makanan ini pernah dijadikan makanan pokok. Karena masa itu, singkong sangat melimpah jumlahnya, maka masyarakat di Gunung Kidul membuat makanan ini sebagai sumber menu utama mereka.

 

Untuk membuat tiwul, harus mengolah singkong terlebih dahulu. Pertama, singkong harus dikupas kulitnya dan cuci hingga bersih. setelah itu, singkong dikeringkan singkong lalu di tumbuh sampai halus. Hasil tumbukan inilah yang menghasilkan tepung singkong. Agar dapat di santap, tiwul harus dikukus. Lebih nikmatnya lagi, tiwul dapat disajikan dengan urap, ikan asin, atau lauk lainnya.

 

Kuliner dari Mataram: Mangut Lele

Kuliner Yogyakarta Mangut Lele juga makanan khas Yogyakarta yang sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Islam mulai dari keratin Jogja, Solo hingga Semarang dan Kendal. Mangut Lele berasal dari Bantul Yogyakarta dan merupakan hidangan yang lezat karena resep masakan ini yaitu ikan lele yang dimasak dengan bumbu-bumbu tradisional yang sedap.

 

Sesuai dengan namanya, kuliner itu berasal dari olahan lele goreng tersebut ternyata diberi citarasa bumbu mangut yang begitu nikmat. Untuk dapat memasak Mangut Lele, memerlukan ikan lele sebagai bahan utama. Ikan lele segar yang sudah dibersihkan dapat diolah dengan mencampurkan rempah-rempah dan bumbu halus. Ikan lele yang sudah digoreng, di masak dengan beragam bumbu halus yang sudah diracik. Setelah matang, Mangut Lele bisa disantap sebagai lauk yang lezat dan nikmat.

 

Mencicipi sayur favorit Raja Jogja: Sayur Brongkos

 

Sayur Brongkos ternyata merupakan makanan favorit Raja Yogyakarta Sri Hmengkubuwono X. Kuliner Yogyakarta merupakan kuliner warisan leluhur yang sangat istimewa pada zaman dahulu.

 

Untuk membuat Sayur Brongkos harus menyiapkan bahan-bahan seperti tahu, tempe dan kacang tolo. Ketiga bahan tadi lalu dimasak dengan santai kental dan kaldu daging. Agar citarasa yang dihasilkan Sayur Brongkos harus diolah dengan bumbu-bumbu. Bumbu utamanya adalah keluwak, sehingga mudah untuk menghasilkan warna kuah segar yang berwarna hitam. Untuk rasanya, Sayur Brongkos cukup manis, pedas dan gurih.

 

Manggar Manding

Kuliner Yogyakarta terakhir yaitu Manggar Manding. Hampir sama dengan mengolah gudeg, Manggar Manding dibuat dari bunga kelapa muda. Makanan khas Jogja ini dahulu menjadi makanan favorit para putri raja. Para putri raja zaman dahulu senang mengkonsumsi kuliner ini karena dipercaya mampu memberikan khasiat yaitu mampu membuat tubuh terlihat cantik. Bahkan sering dihidangkan sebagai menu istimewa.

 

Untuk citarasa dan cara mengolahnya Kuliner Yogyakarta ini hampir sama dengan gudeg namun yang membedakan hanya bahan utamanya yaitu dari bunga kelapa yang masih muda.

 

Sekian penjelasan tentang macam-macam kuliner Yogyakarta mulai dari sejarah, cara membuatnya dan citarasa yang dihasilkan. Bagi anda yang ingin mengunjungi kota Yogyakarta, jangan lupa untuk menikmati berbagai kuliner dan makanan ringan khas Jogja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *