IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 3, 2023

idwarta.comJakarta, CNBC Indonesia – Ada beberapa wilayah yang diprediksi akan tenggelam berdasarkan peta Climate Central tersebar dari mulai Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon dan Pantura lainnya mulai 2030. Dari sebaran pemetaannya, ancaman ini akan menenggelamkan sejumlah fasilitas publik, mulai kantor desa, sekolah, hingga kantor kepolisian.

Ancaman wilayah pesisir Pantura Jawa Barat ini sempat dibahas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia pernah menyebut sekitar 200 hektare tanah di Kabupaten Bekasi hilang karena permukaan air laut yang naik.

“Cirinya permukaan laut naik. Di Bekasi sekitar 200 hektare. Sertifikatnya ada, tapi tidak ada tanahnya,” kata Ridwan Kamil, Kamis (16/6) dikutip dari detikcom.

Dari penelusuran CNBC Indonesia, Lembaga nirlaba, Climate Central mendeteksi sejumlah wilayah di kawasan Pantai Utara (Pantura), Jawa terancam tenggelam atau terendam air pasang laut.

Peta interaktif Climate Central menunjukkan, daerah-daerah di Pantura ini posisinya berada di bawah air pasang laut. Dan, terpantau, luasannya bertambah, setidaknya hingga tahun 2060.

Berikut wilayah di Pantura yang posisinya berada di bawah air laut atau terancam tenggelam di tahun 2030-2060:

Terpantau di peta Climate Central, daerah yang rawan terendam di tahun 2030 adalah Cilegon, sepanjang pantai hingga ke Pasir Putih. Beberapa lokasi yang terancam terkena dampak diantaranya PLTU Jawa 7, Taman Nasional, juga pabrik tepung terigu

Selain itu, terlihat deteksi air bakal merendam wilayah Domas, Tanar, hingga Ketapang.

Lalu berlanjut ke Pantai Indah Kapuk, dan juga mengancam Pantai Tanjung Pasir. Dan sebagian wilayah Tangerang.

Ancaman air pasang melampaui batas tinggi daratan juga mengancam sebagain besar wilayah di Jawa Barat. Mulai dari Marunda, sampai Polsek Muara Gembong Bekasi, Tabebuya Begedor, hingga sampai merendam wilayah-wilayah jangkauan Sungai Citarum.

Bahkan, berlanjut menggenangi wilayah sampai ke pantai pasir putih Cilamaya, Karawang.

Fenomena air merendam wilayah Pantura bak ‘Atlantis’ ini pun berlanjut sampai ke sebagian wilayah di Pamanukan, kemudian, Kandanghaur, sebagian ebsar Cangkring, Indramayu.

Kemudian, tampak pada peta, titik merah juga mewarnai wilayah di Jawa Tengah, yaitu sebagian di Klampok, Brebes, Sigedang, lalu sebagian besar wilayah Demak, Wdung, kemudian wilayah Pati.

Sebagian besar wilayah Lamongan, dan juga sebagian Surabaya pun tak luput dari ancaman fenomena ‘Atlantis’ alias tanah hilang karena air laut.

Untuk mengecek wilayah mana saja yang sudah ‘merah’, bisa cek di tautan ini.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”