IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 4, 2023

idwarta.com – Ozempic adalah obat untuk penderita diabetes tipe 2 yang sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS sejak tahun 2017.

Obat tersebut digunakan penderita diabetes tipe 2 untuk mengontrol kadar gula darah , dan sekaligus menurunkan berat badan .

Di sisi lain, obat bikinan Novo Nordisk itu juga mampu menurunkan risiko penderita diabetes tipe 2 terkena stroke dan serangan jantung.

Meski manfaatnya begitu populer, penggunaan Ozempic selama beberapa hari ke belakang menuai polemik di media sosial TikTok.

Pasalnya, tidak sedikit orang yang tidak menderita diabetes tipe 2 memilih untuk menyuntikkan Ozempic supaya berat badannya turun.

Lantas, apakah obat ini aman digunakan oleh mereka yang tidak mengidap penyakit kencing manis?

Kandungan Ozempic

Dokter spesialis penyakit dalam dan pengobatan obesitas asal California, AS, Nancy Rahnama, buka suara ihwal penggunaan Ozempic di luar anjuran.

Ia mengatakan, penyalahgunaan obat menyebabkan penderita diabetes tipe 2 kesulitan mendapat Ozempic.

“Ini menjadi suatu (topik) yang sangat panas dan berat,” kata Rahnmana, dikutip dari Today.

Ozempic yang belakangan ini menarik perhatian adalah nama merek semaglutide, obat untuk orang dewasa yang menderita diabetes tipe 2.

Obat tersebut dapat digunakan dengan cara disuntikkan sendiri oleh penderita diabetes tipe 2 di bawah kulit mereka.

Ozempic termasuk obat yang disebut GLP-1 receptor agonists yang cara kerjanya meniru hormon alami yang dilepaskan tubuh saat orang makan.

“Ini mengatur gula darah, tapi juga menyasar area di otak yang mengirimkan sinyal rasa kenyang atau tidak,” kata kontributor medis NBC News, Natalie Azar.

“Jadi, Ozempic pasti membantu untuk menurunkan berat badan ,” tambah dia.

Senada dengan Rahnama, Azar mengatakan, penggunaan Ozempic di luar anjuran menyebabkan pasokan obat ini berkurang.

Tapi, ia tidak bisa menampik apabila obat tersebut memberikan hasil yang menggiurkan bagi siapa pun yang ingin berat badannya turun.

Azar menjelaskan, rata-rata berat badan yang turun menggunakan Ozempit mencapai rata-rata 6,3 kilogram.

Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang Wegovy, obat telah disetujui untuk menurunkan berat badan pada orang dengan obesitas oleh FDA.

Wegovy yang mirip-mirip dengan Ozempic juga mengandung semaglutide meskipun pena injektornya sedikit berbeda dan dosisnya tidak sama.

“Bagi orang yang menginginkan penurunan berat badan yang dikelola secara medis, ini (Ozempic) adalah alat yang luar biasa,” ujar Azar.

Amankan Ozempic untuk menurunkan berat badan ?

Seperti yang sudah disebutkan bahwa Ozempic sebenarnya diperuntukkan untuk mengontrol gula darah.

Namun, manfaatnya untuk menurunkan berat badan lebih menggiurkan di mata sebagian orang yang membutuhkan hal ini.

Salah satu orang yang sempat menggunakan Ozempic, Ana McKenna, berbagi kisahnya ketika berjuang menurunkan berat badan.

Ia mengatakan, Ozempic membantu usaha penurunan berat badannya menjadi lebih mudah. Bahkan, ia menyebutnya berhasil.

Tapi, McKenna meyampaikan kalau Ozempic bukanlah obat ajaib karena mendatangkan beberapa efek samping.

Azar menerangkan, Ozempic mendatangkan efek samping, seperti mual, muntah, pankreatitis (peradangan pankreas), dan gagal ginjal.

“Ini berpotensi membahayakan kami,” kata dia.

Di sisi lain, Azar menambahkan, Ozempic punya kekurangan karena obat ini menyebabkan kelebihan berat badan terjadi lagi jika tidak digunakan.

“(Dokter) meresepkan obat yang digunakan untuk penyakit atau kondisi medis yang tidak disetujui untuk diobati,” kata Azar.

“Tetapi harus ada pengambilan keputusan bersama dan pasien harus memahami bahwa potensi risiko dapat terjadi,” tegas dia.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”