IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 3, 2023

idwarta.com – Provinsi Bangka Belitung bisa dikatakan sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan rendah. Tingkat kemiskinan di Provinsi Bangka Belitung pada 2021 tercatat sebesar 4,90%, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 9,54%.

Bukan tanpa alasan, rendahnya tingkat kemiskinan di Provinsi Bangka Belitung ini tak lain karena Babel merupakan penghasil sumber daya timah terbesar di Indonesia.

Tak hanya menghasilkan bahan mentah timah, daerah ini juga memiliki puluhan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) timah. Smelter ini mengolah bahan mentah timah menjadi produk setengah jadi yang bisa meningkatkan kadar logam, sehingga memiliki nilai tambah ketika dijual. Tak ayal, timah menjadi tulang punggung perekonomian Bangka Belitung.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin saat acara Tin Conference 2022 di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

“Smelter yang aktif, angka tepatnya kurang lebih 20-30 yang ada di Babel,” ungkap Ridwan yang juga merupakan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berkat melimpahnya komoditas timah di Provinsi Bangka Belitung, Ridwan menyebut pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada 2021 mencapai 5,05%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional sebesar 3,69%.

“Secara rata-rata 30%-35% perekonomian di Bangka Belitung dipengaruhi oleh komoditas ini (timah),” ungkapnya pada acara Indonesia Tin Conference 2022 di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Namun demikian, kekayaan sumber daya timah yang melimpah ini, Ridwan sesalkan masih ada penambang ilegal yang tidak bertanggung jawab. Dia menyebut penambang ilegal itu memanfaatkan potensi timah di luar garis Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Ada regulasinya jelas, harus ada badan usaha, harus melakukan iuran pertambangan rakyat, ada porsi negara,” ucapnya.

Perlu diketahui, Indonesia merupakan pemilik cadangan dan produsen timah terbesar kedua di dunia, setelah China. Cadangan timah Indonesia merupakan terbesar ke-2 di dunia, yakni 17% dari total cadangan timah dunia, setelah China yang menguasai 23% cadangan timah dunia.

Berdasarkan data Peluang Investasi Timah Indonesia 2020, sumber daya bijih timah terbesar ada di Bangka Belitung yakni mencapai 9,97 miliar ton dan cadangan bijih timah sebesar 2,01 miliar ton.

Adapun daerah penyimpan timah terbesar kedua yaitu Kepulauan Riau dengan sumber daya bijih 813,47 juta ton dan cadangan bijih 280,48 juta ton. Lalu, posisi ketiga yaitu Provinsi Riau dan selanjutnya disusul Kalimantan Barat.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”