IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – MotoGP Thailand 2022 sempat diguyur hujan deras hingga ditunda beberapa saat. Beberapa pebalap menilai jalannya balapan sangat berbahaya di Sirkuit Buriram .

Awal mula balapan, debit air di trek masih cukup banyak. Lalu, berangsur berkurang seiring dengan jalannya balapan.

Tapi, justru di awal balapan ini yang menurut beberapa pebalap sangat berbahaya. Sebab, cipratan air dari motor membuat visibilitas sangat terbatas.

“Balapan itu sangat berbahaya. Kami tidak bisa melihat apa-apa. Jadi, saya balapan dua lap pertama dengan pelan karena saya peduli,” ujar Cal Crutchlow , dikutip dari , Senin (3/10/2022).

Crutchlow mengatakan, dia tidak senang dengan permulaan balapan, karena itu sangat berbahaya. Bagaimana melihat dari visor dengan air sebanyak itu.

“Bagi saya, itu sudah melebihi batas untuk balapan. Tapi, saya tidak balapan lagi, jadi Anda tidak akan mendengarkan saya juga,” kata Crutchlow, yang finis di posisi ke-19.

Crutchlow menambahkan, pebalap yang ada di barisan depan tidak terlalu merasakannya. Tapi, bagi pebalap yang berada di belakang, dengan belasan pebalap di depan maka akan sangat berasa.

“Tidak ada yang bisa melihat. Orang-orang menutup gas saat gigi lima di trek lurus. Orang-orang saling menyentuh bagian belakang motor. Itu konyol,” ujarnya.

Alex Rins juga mengatakan, perasaannya sangat buruk saat awal balapan. Menurutnya, kondisi trek basah tersebut sangat sulit, khususnya pada 10 lap hingga 12 lap pertama.

“Saya tidak bisa melihat apa-apa. Itu sudah melebihi batas,” kata Rins.

Fabio Quartararo yang finis di posisi ke-17 juga tentunya merasakan hal tersebut. Menurutnya, sepuluh lap pertama adalah balapan paling mengerikan yang pernah dialaminya.

“Visibilitas tidak ada. Tapi, untungnya semua orang cukup bijak untuk tidak melakukan gerakan gila atau mencoba hal gila di area di mana tidak ada visibilitas,” ujar Quartararo.

Aleix Espargaro termasuk salah satu pebalap yang sangat mengeluhkan kondisi tersebut. Bahkan, dia juga marah dengan pebalap lainnya.

“Treknya sempurna, kita bisa balapan, tapi tolong bersihkan tikungan 3 dan 4, karena di sana tidak ada visibilitas. Banyak air melewati trek. Anda harus meningkatkan bagian tersebut,” katanya.

Aleix yang finis di posisi ke-11 menambahkan, dia bukannya tidak ingin balapan. Menurutnya, tidak bisa seseorang tetap balapan, lalu jika terjadi insiden, menyalahkan orang lain.

Beruntung tidak sampai terjadi insiden yang parah. Hanya satu pebalap yang terjatuh, yakni Remy Gardner.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”