IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 26, 2022

idwarta.com – Sektor pertanian saat ini masih menjadi andalan yang konsisten memberikan berkontribusi cukup besar pada produk domestik bruto (PDB) selama kuartal kedua tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ini berkontribusi hingga 12,98% terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan kedua tahun ini. Bukan tidak mungkin, sektor ini akan terus meningkat ke depan.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menilai, bukan tidak mungkin di masa depan minat masyarakat terutama kaum muda untuk terjun ke bisnis pertanian semakin meningkat.

“Setiap desa perlu dibangun pusat distribusi komoditas terpadu yang berfungsi sebagai penghimpun produk yang didukung dengan sistem informasi ketersediaan lahan sewa dan tenaga kerja,” kata Eliza, dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

Pemerintah saat ini terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi penebusan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero), di mana Bali merupakan wilayah pilot project pertama.

Eliza mengingatkan, sistem digitalisasi perlu disediakan di seluruh daerah sehingga memudahkan pengembangan usaha baru oleh kalangan pemuda yang lebih mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Eliza menambahkan, skema insentif dan tata kelola yang terus diperbaiki oleh pemerintah juga menjadi katalis untuk mendorong minat kalangan pemuda untuk terjun ke bisnis pertanian.

Namun menurutnya, pemerintah harus menyediakan fasilitas informasi yang memadai di seluruh daerah, mulai dari ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan lahan, hingga distribusi pupuk.

“Jika setiap desa memiliki sistem ini, maka harga jual produk pertanian akan relatif stabil, karena anak muda ini kesulitan informasi,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah, melalui PT Pupuk Indonesia (Persero), telah mengimplementasikan aplikasi Retail Management System (RMS) atau Rekan, yang mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil, maupun pupuk bersubsidi.

Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky mengatakan bahwa Rekan dapat membantu kios dalam memonitor penjualan atau memberikan efisiensi pada urusan pencatatan data transaksi. Bahkan, sistem digital ini mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran pupuk.

“Aplikasi Rekan akan memudahkan petani memenuhi kebutuhan pupuknya sehingga diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas hasil tani guna mendukung program ketahanan pangan,” kata Panji.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”