IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 7, 2023

idwarta.com – 3>

Ada proses yang panjang dalam pembuatan Defy Extreme Felipe Pantone multi-warna ini.

Para pengrajin di Zenith harus menemukan solusi teknis untuk menerjemahkan gaya artistik sang seniman –yang biasanya dituangkan ke atas kanvas– pada dial arloji yang ukurannya lebih kecil.

Untuk menciptakan hologram radial pada cakram berbahan kristal safir, pembuat jam harus melalui proses fisiokimia agar tercipta pola ukiran yang hanya berukuran 100 nanometer.

Setelah melewati proses tersebut, cakram yang tadinya transparan dan metalik akan menampilkan percikan warna dan pola geometris saat terkena cahaya.

Desain

Cangkang arloji baja tahan karat yang dipoles mencerminkan unsur logam yang ada dalam seri Planned Iridescence, karya seni kontemporer Pantone.

Sementara itu, bezel dan pelindung tombol (pusher) terbuat dari yttrium aluminosilikat atau kaca kristal yang memiliki kualitas setara dengan safir sintetis.

Detail yang terlihat di bagian wajah meliputi tiga subdial yang ditempatkan di posisi jam 3, jam 6, dan jam 9, diikuti logo “Zenith” di posisi jam 12.

Dudukan jam atau lugs atas dan bawah diukir dengan teks “F”, “P”, “#”, dan “1”. Kata “FP#1” merupakan singkatan dari Felipe Pantone El Primero.

Zenith menawarkan tiga opsi tali untuk arloji ini. Pengguna bisa memilih tali silikon berwarna biru transparan, tali rantai baja tahan karat yang sepenuhnya dipoles, atau tali velcro hitam.

Harga dan ketersediaan

Defy Extreme Felipe Pantone bakal dilepas pada 27 Oktober sebanyak 100 unit.

Zenith mematok harga sebesar 29.900 franc Swiss atau sekitar Rp 465,5 juta.

Kerja sama Zenith dan sang seniman dimulai sejak 2021

Kolaborasi antara Zenith dan Felipe Pantone pertama kali dilakukan pada 2021.

Saat itu, jam tangan yang diciptakan adalah Defy 21 Felipe Pantone edisi terbatas 100 unit dan habis tak lama setelah terjual.

Kemudian, dalam lelang Only Watch 2021, keduanya membawa model Defy 21 Double Tourbillon yang terbuat dari cangkang kristal safir berukuran 46 milimeter.

Defy 21 Double Tourbillon terjual seharga 480.000 franc Swiss (setara Rp 7,4 miliar), menjadi jam tangan Zenith termahal yang dijual di acara lelang.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”