IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Januari 27, 2023

idwarta.com – Co-Chief Executive Kakao, Namkoong Whom, mengundurkan diri setelah insiden kebakaran di pusat data yang berlokasi di Pangyo, bagian selatan Kota Seoul, Sabtu pekan lalu.

Kebakaran tersebut menyebabkan terjadinya pemadaman massal selama beberapa waktu. Hal itu berimbas pada layanan Kakao, seperti aplikasi pesan KakaoTalk, layanan ride-hailing milik Kakao, layanan pembayaran, perbankan, hingga game.

Di antara sejumlah layanan di atas, KakaoTalk adalah layanan yang paling populer. Bagi yang belum familier, KakaoTalk sendiri merupakan aplikasi pesan instan yang paling populer di Korea Selatan.

Jumlah penggunanya di sanan ada lebih dari 47 juta. Sebagai gambaran, total penduduk Korea Selatan sendiri ada sebanyak 51,7 juta.

Api yang melahap pusat data tersebut dipadamkan setelah sekitar delapan jam. Kebakaran itu disebut sebagai insiden yang menyebabkan pemadaman server terburuk yang pernah ada bagi Kakao.

Dalam sebuah konferensi pers, Namkoong meminta maaf atas pemadaman massal yang terjadi. Ia mengatakan bahwa dirinya merasakan beban dan tanggung jawab yang berat atas insiden kebakaran tersebut.

Oleh karena itu, Namkoong kembali menambahkan bahwa pihak perusahaan akan berupaya yang terbaik untuk melakukan pemulihan, guna mengembalikan kepercayaan pengguna.

Pengunduran diri yang dilakukan Namkoong membuat Euntaek Hong selaku Head of Environmental, Social, and Governance (ESG) di Kakao, menjadi pemimpin perusahaan.

Perusahaan juga mengatakan perusahaan bakal menginvestasikan sebesar 460 miliar won (Rp 4,99 triliun) untuk membangun pusat datanya sendiri tahun depan dan satu data center lainnya akan selesai pada tahun berikutnya.

Sejauh ini sebagian besar layanan sudah mulai kembali beroperasi secara penuh. Hanya saja masih ada beberapa layanan yang masih terkena imbas.

Tidak hanya di kalangan masyarakat umum saja, pejabat pemerintah dan pelaku bisnis juga mengandalkan layanan buatan Kakao tersebut.

Pemadaman yang terjadi juga menimbulkan kekhawatiran tentang ketergantungan publik pada aplikasi perpesanan KakaoTalk.

Pada hari Senin, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengatakan pemerintah akan memeriksa dominasi layanan KakaoTalk.

“Jika pasar terdistorsi dalam monopoli atau oligopoli parah, hingga fungsinya sama dengan infrastruktur nasional, pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ungkap Yoon Suk-yeol, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BBC, Jumat (21/10/2022).

Meskipun insiden ini memberikan dampak yang cukup besar bagi negara Korea Selatan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”