IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – Dameisha Vanke Center, salah satu kompleks penelitian teknologi ramah lingkungan di Shenzen, China, memgembangkan teknik pengomposan organik dengan memanfaatkan larva lalat jenis tentara hitam (black soldier fly) yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Proses awal pengolahan limbah dapur tersebut, menurut Wakil Eksekutif Sekjen Vanke Foundation Xie Xiaohui, dilakukan dengan pemberian makan siklik kepada ulat. Selanjutnya, larva-larva lalat tentara hitam tersebut dihubungkan ke tangki pengolahan limbah dapur berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.

Model pengomposan organik limbah rumah tangga yang dilakukan dengan siklus tertutup menggunakan lalat tentara hitam itu dilakukan pula di area demonstrasi pengomposan di perkebunan umum, taman-taman pada atap gedung, hingga vision tank.

“Limbah dapur ini diurai oleh larva lalat tentara hitam, yang mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga,” Xiaohui menuturkan.

Pengolahan limbah dapur per tahun di Shenzen bisa mencapai 73 ton. Sementara larva lalat tentara hitam yang kaya akan protein dapat dijadikan pakan ternak dan fesesnya pun bisa diolah menjadi pupuk organik.

Output harian kotoran serangga (insect frass) mencapai 50 kg dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen untuk tanaman di perkebunan.

Selain itu, tidak kurang dari 40 kg larva lalat tentara hitam dipisah-pisahkan, sebagian digunakan untuk memberi makan ikan hias di taman, dan sebagian larva beku lainnya dikumpulkan kemudian diangkut sebagai pakan untuk beberapa jenis hewan peliharaan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”