IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – Presiden China Xi Jinping dilaporkan menghilang. Ia belum terlihat di depan umum sejak kembali dari pertemuan puncak di Uzbekistan pada 16 September lalu.

Ketidakhadirannya selama sepuluh hari dari mata publik telah menabur benih rumor dan spekulasi menjelang pertemuan penting Partai Komunis pada Oktober mendatang, sebagaimana dikutip dari The Sun, Selasa (27/09/2022).

Xi juga tidak hadir di Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS) pada 21 September lalu dan malah mengirim pesan yang sudah direkam sebelumnya. Tak hanya itu, meski telah diundang ke pemakaman Ratu, kehadiran Xi diwakilkan oleh perwakilan khusus.

Ketidakhadirannya diduga karena dia harus dikarantina setelah kembali dari Uzbekistan. Panduan resmi Partai Komunis menyatakan seseorang dari luar negeri harus tinggal di fasilitas selama tujuh hari dan kemudian tiga hari lagi di rumah.

Namun Pemerintah China belum berkomentar secara resmi terkait ini, meski media pemerintah mereka melaporkan semuanya normal dan menyebut Xi dalam laporannya.

Pemimpin berusia 69 tahun, yang telah memimpin China selama sepuluh tahun, itu sering menjadi pusat intrik seputar kesehatan dan masa depannya.

Ketidakhadiran Xi memicu spekulasi karena ada komplotan rahasia empat pejabat keamanan terkenal yang dipenjara karena korupsi pada saat yang sama. Xi dilaporkan tengah membersihkan Partai Komunis dari siapa pun yang dia anggap “tidak setia” menjelang kongres.

Selain itu, penetapan Xi sebagai “presiden seumur hidup” juga mengundang isu kudeta. Ada desas-desus bahwa Xi Jinping telah ditangkap memiliki kaki karena itu adalah momen politik yang sensitif di China.

Laporan liar yang belum diverifikasi dan belum dikonfirmasi sejauh ini menunjukkan ada kudeta besar yang sedang berlangsung di Beijing. Jenderal Li Qiaoming, perwira paling senior di Tentara Pembebasan Rakyat, disebut-sebut dapat menjadi pengganti Xi.

Namun laporan oleh Kantor Berita Xinhua menuangkan air dingin pada klaim yang tampak palsu bahwa Xi telah ditempatkan di bawah tahanan rumah oleh Jenderal Li.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”