IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – Isuzu merupakan salah satu merek yang tetap kencang menggaungkan eco driving . Sebab mengemudi hemat merupakan langkah krusial dalam operasional kendaraan niaga.

Untuk belum lama ini Isuzu membuat acara “Driving Experience” buat media menggunakan Isuzu Traga . Tujuannya untuk mempraktekkan eco driving dalam berkendara sehari-hari.

Acaranya dikemas menjadi dua sesi test drive, menggunakan Isuzu Traga yang merupakan mobil pikap medium bermesin diesel yang sudah diberikan beban berupa karung pasir seberat 1,4 ton.

Tes pertama pengemudi dibiarkan melakukan putaran bebas hanya mengikuti rute yang dibuat menggunakan kun. Setelah putaran selesai, pihak Isuzu kemudian mengambil data mobil pikap itu menggunakan komputer.

Hasilnya dengan gaya mengemudi yang dilakukan, tingkat konsumsi bahan bakar yang didapat Kompas.com hanya sekitar 7 km-an per liter.

Setelah itu pihak Isuzu memberikan cara berkendara yang lebih baik untuk memaksimalkan nilai konsumsi bahan bakar.

Peserta kemudian kembali melakukan putaran dan setelah itu menghitung konsumsi bbm. Hasilnya dalam tes kedua konsumsi BBM meningkat menjadi 9 km per liter.

Ada enam enam hal yang perlu diperhatikan pada gaya berkendara pengemudi agar penggunaan solar bisa lebih hemat, yaitu jaga kecepatan, jaga rpm, maksimalkan gigi tinggi, kecepatan konstan, pengereman dan idle.

1. Jaga kecepatan

Perlu diketahui, dalam kinerja mesin sebuah kendaraan terutama di Isuzu, kecepatan 80 kpj adalah kecepatan yang ideal terutama di jalan tol yang memungkinkan kecepatan tersebut.

Jika dikomparasikan, kecepatan 80 kpj setara 6,7 km per liter, sedangkan 90 kpj setara 6,1 km per liter, dan 100 kpj setara 5,4 km per liter.

2. Jaga RPM

Dalam menjaga RPM atau putaran mesin, cenderung menginjak pedal setengah bisa lebih menghemat solar dibanding injak hingga mentok.

Demikian pula dengan RPM seperti pada keterangan di spidometer, yakni RPM 1.000-2.000 (zona hijau di spidometer) adalah kategori hemat, sedangkan RPM 3.000 ke atas (zona merah) akan jauh lebih boros.

3. Maksimalkan gigi tinggi

Maksimalkan gigi tinggi yaitu gigi 4, 5, dan 6 juga membuat kendaraan lebih hemat solar dibandingkan cenderung di gigi 3 ke bawah. Sebab dengan RPM yang sama, laju mobil menjadi lebih jauh.

Menurut catatan Isuzu, cenderung memanfaatkan gigi 6 bisa meraih 10,6 km per liter dibandingkan cenderung di gigi 4 (6,7 km per liter).

4. Jaga kecepatan

Kecepatan yang konstan berarti RPM juga konstan. Dengan menjaga kecepatan konstan, maka RPM tidak naik turun dan bisa menghasilkan efisiensi solar 6,7 km per liter. Jika kita tidak konstan dalam kecepatan, maka hasilnya bisa di 6,1 km per liter, atau bahkan 5,5 km per liter.

Sebagai contoh, terkadang pengemudi berakselerasi lalu melambatkan laju dengan mengaktifkan exhaust braking atau rem knalpot.

5. Pengereman

Pengereman yang berarti terjadi pengurangan kecepatan atau deselerasi juga berpengaruh pada efisiensi solar. Triknya adalah menghindari pengereman secara tiba-tiba walaupun sebenarnya pengemudi bisa memperhitungkan dan sadar bahwa kendaraan sudah harus stop pada jarak tertentu.

Akan lebih efisien jika pengemudi sedari awal pelambatan kendaraan sudah menggunakan engine brake atau pengereman mesin, contohnya dalam 300 meter menuju jarak yang ditentukan.

6. Mesin menyala saat diam

Hindari mesin menyala saat diam. Misalnya saja, saat penurunan barang dalam jumlah kecil, sekadar urusan administrasi, dan lainnya yang mungkin terbilang remeh secara waktu.

Sebab saat itu sudah pasti solar terbuang percuma. Namun jika hal ini dilakukan secara sering, tentu efeknya akan berpengaruh pada total efisiensi solar.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”