IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 4, 2022

idwarta.com – 3>

Seorang dokter spesialis anak, Dr S.T. Andreas Cristan Leyrolf, MKed (Ped), SpA, mengatakan bahwa gagal ginjal akut biasanya terjadi karena adanya kerusakan akibat virus maupun bakteri.

Hal tersebut dapat membuat fungsi ginjal menurun untuk menyaring bahan-bahan yang seharusnya tidak tersaring keluar lewat urine.

“Ini terjadi karena banyak faktor bisa prerenal, renal, dan pasca renal, terangnya saat ditemui dalam acara peluncuran Makuku SAP Diapers Pro Care di JCC Senayan Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Untuk prerenal, dia melanjutkan, permasalahannya terjadi ketika fungsi ginjal memburuk sebelum organ ginjal. Misalnya, dari saluran-saluran yang menuju ginjal.

“Itu penyebabnya bisa infeksi atau non infeksi. Kalau yang di dalam ginjal sendiri itu biasanya kerusakannya ada infeksi bakteri, ada infeksi virus atau jamur, atau masalah-masalah yang memang secara langsung merusak ginjalnya, sehingga proses penyaringan itu gagal,” jelasnya.

Sementara itu, pasca renal terjadi karena terdapat masalah pada aliran dari ginjal yang keluar ke saluran kencing. Penyebabnya pun bisa karena infeksi.

“Nah, kalau yang sekarang terjadi kasusnya memang masih diselidiki. Tetapi, sepertinya ada kaitannya dengan kasus Covid-19,” tutur Andreas.

“Rata-rata sebanyak 90 persen penyebabnya memang post covid atau infeksi berat Covid-19 pada anak atau yang diketahui sebagai sindrom peradangan multisistem (MIS-C),” ujar dia.

Tips menjaga kesehatan ginjal anak

Untuk mencegah gagal ginjal akut, Andreas pun menganjurkan orangtua agar lebih memerhatikan kesehatan anak secara keseluruhan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang

Menurut dia, kebanyakan anak yang mengalami MIS-C hingga gagal ginjal akut telah memiliki kondisi sebelumnya seperti obesitas dan gizi buruk.

“Pertama-tama adalah anak harus diberikan nutrisi yang seimbang. Artinya tidak boleh hanya mendapatkan makanan tertentu saja, tetapi harus lengkap ada protein, karbohidrat, dan lemak dengan komposisi yang sesuai,” ungkapnya.

2. Mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter

Ini menjadi poin penting yang kerap kali disalahgunakan oleh orangtua. Sebab, memberikan obat-obatan yang tidak tepat bisa memengaruhi kerusakan fungsi ginjal.

“Pemakaian obat-obatan itu tidak boleh sembarangan karena nanti ujung-ujungnya bisa membuat ginjal bekerja lebih berat. Yang mestinya mensirkulasi atau menyaring jumlahnya sekitar 10, tapi karena pemakaian obat-obatan yang berlebihan dan kita ngga tahu dampaknya itu membuat ginjal bisa rusak,” terangnya.

“Jadi, kalau anak sakit sebaiknya langsung ke dokter dan melakukan pengobatan yang sudah diresepkan, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan yang dibeli warung tanpa ada rekomendasi dari dokter,” Andreas memperingatkan.

3. Tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi vitamin

Andreas juga mengatakan agar orangtua tidak memberikan terlalu banyak vitamin bagi anak mereka.

“Jangan kebanyakan memberikan vitamin-vitamin yang memang tidak bermanfaat untuk anak karena sirkulasinya lewat ginjal dan pada akhirnya fungsi ginjal akan lebih berat,” jelasnya.

Menurut dia, tidak begitu banyak vitamin yang diperlukan anak, kecuali vitamin D dan zat besi. Sebab, sebagian besar vitamin masih bisa didapatkan dari makanan dengan nutrisi yang seimbang.

“Kalau memang tidak bisa terpenuhi di makanan, baru tambahkan vitamin dengan catatan harus berkonsultasi pada dokter supaya dosisnya bisa dihitung secara tepat dan sesuai rekomendasi dari dokter,” imbuhnya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”