IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

November 27, 2022

idwarta.com – Ulah turis India benar-benar membuat pengusaha rental surfing di kawasan pantai kuta, Bali geleng-geleng kepala. Mereka kerap menawar harga seenak jidat.

Pemilik rental surfing di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali mengeluh sepinya penyewa dan banyak turis yang menawar harga sewa surfing yang dikelolanya. Turis India menjadi salah satu yang paling dikeluhkan oleh para pemilik rental surfing.

Jack Basri pria asli Denpasar ini mengaku hanya bekerja kepada orang. Pria berusia 49 tahun itu sudah sejak dari umur 11 tahun sudah bekerja di Pantai Kuta. Dahulu ia hanya menjual minuman, namun kini usahanya bertambah dengan rental papan dan jasa kursus surfing.

“Kalau belajar harga paling rendah itu sudah sama guru Rp 150 ribu per jam, sementara sewa papan itu Rp 50 ribu per jam,” ucapnya saat ditemui, Minggu (30/10/2022).

Namun harga yang dipatok akan berubah. Jika air laut pasang maka harga rental papan dan kursus surfing bisa ikut naik.

“Kalau ramai juga kita naikan karena stok guru terbatas dan dia harus profesional, saya cuma punya 3 guru,” terangnya.

Menurutnya, turis India adalah penyewa yang paling ribet soal harga. Bahkan, turis India tak segan-segan mengambil uang sewanya lagi jika tak diberikan diskon.

“Mereka itu penawar, terlalu gila kalau sudah jadi nih harganya. Terus selesai (sewa) dia minta diskon, kalau nggak (dapat diskon) uang diambil lagi sama dia,” ungkapnya.

Ia pun menuturkan jika wisatawan asal Indonesia yang paling enak.

“Nggak tahu kalau orang Indonesia menurut saya paling enak, kalau sudah belajar ya sudah dia terima harga segitu. Dan saya paling suka kalau liburan sekolah karena bakalan ramai dengan orang kita,” tegasnya.

Banyak Turis yang Tega Menawar

Hal senada diungkap Aris Julianto (28) pria asli Jember mengaku para bule yang datang di Pantai Kuta sering menawar harga. Padahal menurutnya, para pemilik rental surfing di Pantai Kuta mematok harga yang sama.

Aris sendiri menetapkan harga Rp 200 ribuan paling murah jika ada yang menawar. Karena menurutnya itu untuk jasanya sebagai guru.

“Kalau sekarang ini banyak tamu yang nawar, bule juga banyak nawar, ya kami (tetapkan) di kisaran mentok Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Lain halnya I Nyoman Darsa (51) pria asli Kuta dari Jery Bar ini mengaku sudah 10 tahun mengembangkan usaha papan selancar dan jasa kursus surfing. Menurutnya dibandingkan tahun 2019, saat ini tingkat kunjungan boleh dikatakan sepi.

“Agak sepi, mungkin pengaruh penataan pantai karena ini kan mau dibagusin ya kita mendukung penataan Samigita,” jelasnya kepada detikBali Minggu (30/10/2022).

Untuk tarif kursus surfing, Nyoman Darsa mematok harga Rp 200 ribu per jam dan itu sudah dengan jasa guru yang profesional. Sementara untuk rental papan selancar mulai Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per jam.

Selain sepinya penyewa, Nyoman Darsa mengungkap terkadang para tamu datang menawar jasanya. Alhasil ia mematok maksimal harga sewa papan di Rp 50 ribu.

“Iya itu sudah murah banget,” tegasnya.

—-

Artikel ini telah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website trave.detik.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”