IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Februari 7, 2023

idwarta.com – Selain suasana kantor dan rekan kerja, faktor utama yang menentukan kenyamanan bekerja adalah perlakuan atasan terhadap karyawan.

Bekerja di bawah pimpinan atau atasan toksik menjadi salah satu alasan terbesar yang membuat karyawan jenuh di kantor.

Di samping menimbulkan stres bagi karyawan, atasan toksik secara langsung menciptakan budaya kerja negatif dan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Ciri atasan toksik

Kira-kira, seperti apa ciri-ciri atasan yang toksik itu? Simak ulasannya, dilansir laman Inc.

1. Merusak kreativitas tim

Atasan yang menginginkan tim atau budaya kerja inovatif namun menolak segala ide dari karyawan, secara tidak sadar sudah memonopoli proses kreatif melalui pendekatan top-down.

Pendekatan top-down adalah model perencanaan yang dibuat dan ditetapkan dari atasan, dan ditujukan kepada bawahannya.

Bos yang baik akan melakukan pendekatan bottom-up untuk mendukung dan memelihara inovasi dari para pemberi ide yang ingin berkontribusi dan menciptakan perbedaan.

2. Tidak bertanggung jawab

Atasan yang tidak memiliki akuntabilitas atau tanggung jawab seringkali tidak mau mengakui kesalahannya dan menyalahkan orang lain –dalam hal ini bawahan.

Atasan seperti ini sama sekali tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Mereka lebih mementingkan menjaga reputasi dan menyelamatkan muka.

3. Tidak tertarik dengan kehidupan pribadi bawahan

Dalam sebuah survei, Marcel Schwantes, pakar kepemimpinan dan contributing editor di Inc.com menemukan banyak pemimpin yang tidak terhubung dengan karyawan mereka.

Atasan tidak mau mengembangkan hubungan pribadi atau mendorong kolaborasi, dan mereka hanya menjalin komunikasi dengan bawahan melalui email atau pengumuman resmi perusahaan.

4. Memimpin dengan memberikan rasa takut pada karyawan

Atasan yang senang mengatur setiap gerakan karyawan akan menumbuhkan iklim yang tidak sehat di kantor.

Atasan seperti ini akan menciptakan rasa tidak percaya, di mana karyawan takut untuk memberikan informasi, menawarkan saran dan masukan, atau bekerja dalam suatu kolaborasi.

Mereka kehilangan kesempatan dalam memberikan kebebasan bagi karyawan untuk bereksperimen, tumbuh, dan berkembang.

5. Tidak mau mendengarkan

Ciri terakhir atasan toksik di kantor yaitu tidak mau mendengarkan dan tidak menjalin komunikasi dua arah.

Ini adalah pertanda jika atasan tersebut tidak memiliki keterampilan kepemimpinan.

Kesediaan untuk mendengarkan umpan balik yang membangun atau gagasan, pendapat, dan keahlian orang lain adalah kualitas yang bisa ditemukan dalam diri pemimpin yang baik.

Namun, semua itu tidak ada dalam lingkungan kerja yang beracun, di mana karyawan tidak merasa dihargai.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”