IDWARTA

Media Informasi Uda Gitu Aja

Desember 1, 2022

idwarta.com – Yamaha tidak akan menjual Yamaha E-Vino di Indonesia. Skuter listrik kecil yang diperkenalkan pertama kali pada 2017 itu sengaja dihadirkan untuk studi internal Yamaha.

Asst General Manager Marketing – Public Relation, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Antonius Widiantoro mengungkapkan, bahkan setelah perkenalan Yamaha E01, pihaknya juga belum menjual motor listrik .

“Tidak, sampai sekarang kita belum menjual EV. (Yamaha) E01 pun masih sebatas market test. Di Indonesia ( E-Vino ) tidak, tapi di Jepang dijual,” ungkap Anton di Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2022).

Jika dilihat dari umur E-Vino juga sudah tua. Model barunya sudah meluncur pada 2020 dengan jarak tempuh lebih jauh. Adapun model yang diperkenalkan di Indonesia pada 2017 lalu eksis sejak 2014 di Taiwan.

Pada 2017 Yamaha memasukkan 10 unit E-Vino untuk uji coba di internal dan dipinjamkan ke empat pihak lain untuk melihat ekosistem motor listrik. Model uji di Indonesia adalah E-Vino spesifikasi Jepang.

Adapun saat ini Yamaha sedang fokus untuk melakukan tes pada E01. Skutik bergaya maxi scooter yang diperkenalkan perdana di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022, akhir Maret lalu.

“Kalau mau bicara teknologi EV Yamaha sudah dari tahun 1993 kalau tidak salah teknologinya sudah ada, termasuk teknologi di baterai, di motor listrik,” kata Anton.

“Hanya memang di Indonesia sekarang mulai gencar untuk listrik, untuk sampai ke arah sana road map kita sudah sama, strategi juga kita sudah sudah mendukung, hanya tinggal kapan. Untuk tahap ini Yamaha Indonesia memfokuskan untuk market tes dulu,” kata dia.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://idwarta.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idwarta.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”